Membandingkan Kemegahan Stadion Manahan dan Jatidiri

0
Stadion Manahan Solo. Foto: Akun Facebook Yoma Times Suryadi.

Oleh: Agus Susilo

Semaranginside.com, Semarang – Dua stadion besar di Jawa Tengah, Stadion Manahan Solo dan Stadion Jatidiri Semarang, sedang direnovasi besar-besaran. Sama-sama dikalim mirip Stadion Gelora Bung karno (GBK), sebenarnya seperti apa penampakan dan proses keduanya?

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merenovasi kategori berat Stadion Jatidiri Semarang. Dimulai tahun 2016, saat ini renovasi telah mencapai 80%. Total anggaran yang digelontorkan pun terbilang wah, mencapai Rp 285,8 miliar dari APBD Jawa Tengah.

Rinciannya, berturut-turut dari tahun anggaran 2016-2019, Rp 22 miliar, Rp 40 miliar, Rp 84 miliar dan 139,8 miliar.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata (Disporapar) Pemprov Jawa Tengah, Sinoeng Rachmadi Nugroho, mengatakan anggaran tahun ini digunakan untuk membangun tribun berkapasitas 30 ribu penonton, lintasan atletik 8 track, landscpe, dan spaceframe.

Stadion Jatidiri Semarang. Foto:Istimewa

Pengerjaan tribun, dibagi empat, yakni Tribun Barat untuk VVIP, Tribun Timur untuk penonton difabel dan umum, serta Tribun Selatan dan Utara untuk penonton umum. Sementara perlengkapan olahraga itu, ada untuk cabor lompat galah, lompat jauh, lempar martil, lempar cakram, tolak peluru, dan lari halang rintang.

Baca Juga:  Keluarga Mbah Moen Peroleh Hak Istimewa dari Kerajaan Arab Saudi

Sinoeng menyebutkan, nantinya, Stadion Jatidiri Semarang ini, akan dilengkapi dengan pencahayaan baik di luar stadion dan didalam, sesuai standar pencahayaan internasional. Daya lampu 1800KVA dan telah diback up dengan genset berkapasitas besar. Sistem paerparkiran menggunakankartu digital, rumput yang akan digunakan di Stadion Jatidiri itu, merupakan rumput khusus, jenis zoysia japonica.

“Awal 2020 akan dilakukan sertifikasi oleh PSSI sehingga bisa digunakan untuk ajang resmi dan berskala besar,” kata Sinoeng, Jumat (9/8).

Usai renovasi, stadion tidak diperbolehkan untuk konser. Jika memang terpaksa untuk itu maka haru dengan antisipasi kerusakan rumput atau fasilitas lain.

Bagaimana dengan Stadion Manahan Solo?

Renovasi Stadion Manahan Solo sudah mencapai lebih dari 70%. Diperkirakan, renovasi akan selesai pada Oktober 2019. Renovasi Stadion Manahan menggunakan anggaran APBN melalui Kementerian PUPR senilai sekitar Rp 317 milir.

Sesuai perencanaan, fasilitas yang dimiliki stadion kebanggaan Wong Solo ini nantinya mirip dengan Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Bedanya, hanya pada kapasitas. Jika GBK mencapai 70 ribu, manahan hanya 20 ribu penonton dengan bangku tunggal.

Baca Juga:  Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi, Tembus Rp5.312 Triliun
Stadion Manahan Solo. Foto: Akun Facebook Yoma Times Suryadi.

Meihat dari fasilitas, Stadion Manahan bisa dibilang kembaran dari GBK. Semua fasilitas sama dengan standar FIFA, karena Manahan sudah mengadopsi sesuai aturan FIFA. Seperti ruang istirahat pemain, ruang sauna, kolam untuk berendam dengan air dingin maupun hangat juga ada. Bahkan, ruang untuk konferensi pers yang baru juga terasa lebih nyaman atau tidak seperti sebelumnya sering terganggu suara penonton yang sedang keluar stadion.

Renovasi Stadion Manahan menggunakan anggaran APBN melalui Kementerian PUPR senilai sekitar Rp 317 milir.

“Lampu penerangan stadion juga lebih besar dayanya, minimal kekuatannya mencapai sekitar 1.500 watt hingga 2.000 watt,” kata Dinas Kepemudaan dan Olahraga Surakarta Joni Hari Sumantri.

Sebanyak 70 persen pekerjaan yang telah selesai diantaranya rumput stadion, tempat duduk, dan ruangan fasilitas pendukung. Pekerjaan yang membutuhkan waktu agak panjang adalah rangkaian atap stadion.

(Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of