Menakar Agresivitas PSIS

0
Claudir Marini Jr. Foto : @psisfcofficial

Dua turnamen pramusim telah dijalani PSIS Semarang. Hasilnya tak begitu buruk, meski gagal meraih juara. Salah satu yang menarik untuk dievaluasi yakni peran para penyerang Tim Mahesa Jenar.

semaranginside.com, Semarang – Pada tahun ini, PSIS memang kehilangan beberapa pemain pilar. Namun, hal itu segera ditutup dengan mendatangkan pemain baru. Pertanyaannya, apakah kualitas pemain baru itu setara dengan pemain yang pergi.

Dari sektor penyerang misalnya, PSIS pada musim lalu sangat bergantung pada ketajaman Bruno Silva. Secara keseluruhan, dia telah bermain 31 kali dan mencetak 16 gol. Catatan yang impresif, bahkan disebut merupakan masa terbaik dalam karier Silva. Wajar kalau kemudian dia dilirik klub Arab Saudi Al Ain.

Setelah Silva hengkang, PSIS memilih Claudir Marini Jr untuk menggantikan perannya. Saat menjalani Piala Presiden 2019 lalu, dia tampil lumayan. Dua gol dicetaknya, masing-masing saat melawan Persipura Jayapura dan PSM Makassar.

Baca Juga:  Pipia, Lumpia Kekinian

“Saya cukup senang. PSIS Semarang membawa saya ke sini dan saya memberikan yang terbaik untuk membantu tim. Saya juga berpikir kita melakukan pertandingan yang baik. Sayangnya, kita tidak lolos ke babak selanjutnya,” kata Marini dikutip dari situs resmi PSIS.

Dua gol yang dicetak pada Piala Presiden 2019, menjadi suntikan semangat bagi pemain berusia 26 tahun tersebut untuk kembali membobol gawang lawan pada Liga 1 nanti.

“Tentu saja hasil kemarin cukup memberikan kepercayaan diri bagi kita. Kita harus percaya pada diri kita dan bekerja keras. Dengan melakukan hal tersebut, maka hal-hal baik akan datang,” tambahnya.

Namun, penyerang PSIS tak hanya Marini. Masih ada kapten Hari Nur “Mukri” Yulianto dan striker eksplosif Bayu Nugroho. Pada Turnamen Piala Indonesia, keduanya menjadi mesin gol. Mukri mencetak empat gol termasuk hattrick ke gawang Persibat Batang, sedangkan Bayu mencetak tiga gol.

Baca Juga:  Babak Pertama, PSIS Tertinggal 0-1

Namun, sayangnya dua pemain tersebut gagal mencetak gol pada Piala Presiden lalu. Hal itu yang tampaknya harus dipertimbangkan oleh pelatih Jafri Sastra. Jika kedua striker itu menemukan lagi ketajamannya, tentu bukan tak mungkin PSIS memiliki trisula tertajam pada liga.

Selain itu, para penyerang tersebut didukung oleh gelandang menyerang yang berpengalaman dan tak kalah tajam. PSIS punya Ibrahim Conteh yang tahun lalu tampil cemerlang serta Septian David Maulana, rekrutan baru yang pernah memperkuat timnas dan sebenarnya masih dianggap layak untuk membela Tim Garuda. Keduanya juga telah mencetak gol pada turnamen pramusim kemarin.

Selain itu, juga ada Komarudin dan Aldaier Makatindu. Maka sebenarnya barisan penyerang PSIS tak perlu diragukan. Barangkali yang dibutuhkan adalah adaptasi agar mereka semakin padu dalam menerapkan taktik pelatih. Semoga.(nug)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of