Mengenal Kuttab (1): Pendidikan Dasar di Masa Rasulullah

0

Oleh: Azhar AP

Semaranginside.com, Jakarta – Adakah generasi lebih baik dari generasi di masa Rasulullah SAW? Mulai dari kalangan sahabat, tabiin, tabittabiin, hingga pada masa keemasan Islam pada abad ketujuh.

Di masa-masa generasi terbaik ini, sangat banyak di antara para sahabat hingga ulama salafussalih yang menjadi pemimpin terbaik, adil, amanah, dan membawa kesejahteraan bagi rakyatnya. Bahkan di usia muda, seperti Muhammad Al-Fatih, sudah menaklukkan Eropa dengan bekal pendidikan keimanan sejak usia dini.

Sebelum membahas beberapa tokoh Islam yang sukses dan berhasil memimpin, ada baiknya kita mengupas bagaimana Rasulullah SAW menanamkan pendidikan dasar bagi ummat ini. Pada pendidikan dasar ini, penekanannya adalah pendidikan keimanan dan adab.

Karenanya, tidak masuk akal jika pendidikan keagamaan atau keimanan justru akan dihilangkan dari sekolah-sekolah meski itu berbasis pendidikan umum. Tanpa pendidikan keimanan, maka moralitas apa yang akan diunggulkan di masa depan anak-anak?

Di masa Rasulullah, dikenal sebuah pola pendidikan bernama kuttab. Pola pendidikan klasik ini sangat masyhur di kalangan para sahabat. Saat ini, pola pendidikan kuttab mulai diperkenalkan oleh sebagian pendidik dari kalangan muslim.

Salah satu kuttab ternama dan memiliki banyak cabang saat ini adalah Kuttab Al-Fatih yang berbasis di Depok.  Di daerah lain juga ada seperti di Pesantren Ibnu Abbas Klaten, Isy Karimah, dan lainnya. Lebih detail tentang kuttab di atas, bisa dipelajari dengan membuka laman resminya lewat media daring.

Baca Juga:  Gratiskan Sekolah, Ganjar Siapkan Rp 1 Triliun Lalu Sindir Jabar dan Jatim

Kuttab adalah pola pendidikan klasik yang sudah ada sebelum masa Rasulullah SAW. Sistem inilah yang diadopsi menjadi pembelajaran dasar kalangan anak-anak di zaman Rasulullah SAW. Sistem pendidikan kuttab atau maktab yaitu berbentuk halaqoh di mana anak-anak duduk mengelilingi gurunya yang duduk di atas kursi dengan cara berkelompok.

Anak-anak belajar di rumah-rumah ulama atau dengan cara mendatangi guru (berguru), lalu berkembang ke pekarangan-pekarangan masjid, hingga berlanjut ke gedung-gedung sekolah sebagaimana di zaman sekarang ini.

Sistem pendidikan klasik ini sebenarnya sudah ada jauh sebelum masa Rasulullah SAW. Kuttab bahkan sudah dikenal di masa para nabi sebelumnya yaitu adanya Kuttab Taurat dan Injil. Tercatat dalam sejarah, Nabi Isa AS juga disebutkan pernah belajar di kuttab.
Kuttab

Pendidikan melalui kuttab adalah pola pendidikan yang dilakukan Rasulullah SAW di kalangan anak-anak. Mereka mempelajari iman sebagai pondasi aqidah atau tauhid sambil belajar baca tulis dan pemahaman Al-Qur’an. Sistem pembelajaran ini tidak memprioritaskan menghafal Al-Qur’an kecuali setelah belajar iman yakni rukun Iman. Iman kepada Allah, Malaikat, Rasul, Kitab Allah, hari akhir serta qada dan qadar.

Baca Juga:  Mengenal Kuttab (2): Dari Halaqah di Rumah Ulama hingga ke Madrasah

Pembelajaran iman diejawantahkan dengan pemahaman pada Al-Qur’an, sekaligus mempelajari cara menulisnya, membaca, dan secara tidak langsung menghafalkannya. Setiap ayat yang dibacakan harus dipahami sembari menghafalkannya. Disinilah penguatan iman dilakukan secara simultan dengan tujuan agar anak-anak terlebih dulu beriman sebelum menghafal dan mengamalkannya.

Cara pembelajaran seperti ini disebut dengan istilah Iman Sebelum Al-Qur’an. Misalnya, mendalami terlebih dulu kandungan Surat Al-Fatihah dari ayat per ayat sebelum pindah ke surat selanjutnya.

Setiap kandungannya ditrasformasikan secara ringan dengan mengangkat kisah-kisah atau realitas kehidupan anak-anak di lingkungan sosialnya. Materi penting lainnya dalam sistem pembelajaran di kuttab ini mengedepankan adab sebelum ilmu.

Adab atau sopan santun dan perilaku harus ditanamkan kepada anak terhadap lingkungan mereka. Baik di lingkungan sekolah seperti adab kepada guru dan teman-temannya maupun di rumah tangga dengan menanamkan adab kepada orang tua, saudara, tetangga, dan tamu tang datang. (Aza/INI-Network/berbagai sumber)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of