Mengenang Dokter Kariadi, Pahlawan Kesehatan dari Semarang

0
Makam dr Kariadi di TMP Giri Tunggal, Semarang. Foto: Ade Lukmono/Semaranginside.com

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Semarang – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia, Taman Makan Pahlawan (TMP) Giri Tunggal dibersihkan lebih intens. Banyak peziarah dari kalangan pemerintahan, korporasi hingga anak sekolah yang mengunjungi makam tiap mendekati tanggal 17 Agustus.

Banyak makam pahlawan yang menjadi tujuan peziarah untuk mengenang jasa-jasanya yang rela gugur membela bangsa, tak terkecuali makam dr Kariadi yang ramai dikunjungi peziarah.

“Di sana makamnya dr Kariadi. Yang banyak bunganya,” kata Petugas TMP Giri Tunggal, Gunawan sembari menunjuk lokasi makam yang tidak jauh dari gerbang utama, Jumat (16/8).

Gunawan mengatakan, pembersihan makam bisa dilakukan satu hari penuh. Terkadang, Gunawan juga mendapat tugas tambahan untuk mengecat ribuan helm di atas makam pahlawan. Dia mengatakan, bisa mengerjakannya dalam waktu tiga hari bersama timnya.

Diketahui, dr Kariadi merupakan sosok penting bagi warga Semarang. Dia rela membahayakan dirinya di tengah-tengah kerusuhan antara masyarakat Semarang dan Jepang untuk memastikan pasokan air Semarang benar-benar bersih.

Baca Juga:  Diduga Kecurangan Sistematis, Gambar Jokowi dan Nasdem Sudah Tercoblos

Menurut beberapa literatur, ketegangan di Semarang terjadi justru ketika proklamasi telah diumumkan. Beberapa tentara Jepang yang masih berada di Jawa Tengah terlibat kerusuhan dengan pemuda-pemuda setempat.

Selama kerusuhan, tandon air yang kala itu terletak di daerah Siranda diisukan telah diracun oleh tentara Jepang. Dr Kariadi dengan segala keberaniannya berangkat ke lokasi untuk memastikan isu tersebut.

Di tengah perjalanan, dr Kariadi dicegat oleh tentara Jepang dan tertembak. Kemudian dr Kariadi dibawa ke rumah sakit sekitar namun tidak bisa diselamatkan.

Kematian dr Kariadi tersebar begitu cepat ke telinga pemuda-pemuda Semarang. Pemuda yang sedang terlibat konflik ditambah kematian dr Kariadi tersulut amarahnya sehingga perang selama lima hari di Semarang, yang kini disebut ‘Pertempuran Lima Hari di Semarang’ yang terjadi 14 hingga 19 Oktober 1945 silam tidak bisa dihindarkan.

Baca Juga:  Waduh, TKN Polisikan Lembaga Survei yang Menangkan Prabowo-Sandi

Banyak tentara Jepang dan pemuda Semarang yang menjadi korban kerusuhan tersebut. Kemudian dibangun Tugu Muda untuk mengenang peristiwa Pertempuran Lima Hari di Semarang. Nama dr Kariadi juga diabadikan sebagai nama rumah sakit di mana dia meninggal, yang kini disebut RSUP Dr Kariadi.

TMP Giri Tunggal merupakan area pemakaman bagi pahlawan yang gugur pada perang kemerdekaan Indonesia. Luas areal kompleks makam tersebut mencapai 4 hektar. Jumlah pahlawan yang dimakamkan di Giri Tunggal kurang lebih 1.000 orang.

Namun lambat laun lokasi itu juga dipakai untuk menguburkan prajurit TNI yang mendapat gelar khusus dari pemerintah karena meninggal dalam tugas. Belum lama ini, kru pesawat tempur Hercules yang tewas di Medan juga dimakamkan di sana. (Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of