Mengucap Salam, Jalan Menuju Surga

0
Ilustrasi. Foto: Istimewa

Oleh: H. Mohammad

Semaranginside.com, Jakarta – Manusia butuh saling mengasihi dan mencintai. Dalam Islam, mencintai dan mengasihi itu hanya karena Allah. Nilainya jadi ibadah. Menyebarkan salam adalah salah satu bentuk dari rasa saling mencintai karena Allah tersebut.

Mengucapkan salam itu tidak terbatas pada yang kita kenal saja. Kepada orang yang tidak kenal pun kita mesti mengucapkan salam. Dari Abdullah bin Amru, bahwa ada seorang bertanya pada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Apakah inti ajaran Islam yang paling baik?” Beliau menjawab, “Memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan orang yang tidak engkau kenal.” (HR. Imam Bukhari dan Muslim)

Memberi salam lebih dahulu sangat dianjurkan. Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma menarasikan, Rasulullah bersabda, “Apabila dua orang muslim bertemu lantas salah satunya memberi salam kepada yang lain, maka yang mendahului mengucapkan salam lebih dicintai Allah Subhanahu wa Ta’ala dan wajahnya lebih berseri-seri dari temannya itu. Apabila keduanya berjabat tangan, maka Allah akan menurunkan seratus rahmat kepada keduanya, (dengan ketentuan) bagi yang memulainya mendapat 90 rahmat dan yang diajak berjabat tangan mendapat 10 rahmat.” (HR. Imam Tirmidzi)

Baca Juga:  Ayyamul Bidh, Puasa Tiga Hari Setiap Bulan

Ucapan salam ada yang minimalis, ada juga yang maksimalis. Dari ‘Imran bin Hushain Radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘Alaihi wa sallam lalu berkata: as-Salâmu ‘alaikum (semoga keselamatan dari Allah tercurah untukmu). Lalu Rasulullâh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membalas salam orang tersebut, kemudian orang tersebut duduk dan Rasûlullâh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “(Dia mendapatkan) sepuluh kebaikan”. Kemudian datang orang lain kepada Beliau lalu berkata: as-Salâmu‘alaikum warahmatullah (semoga keselamatan dan rahmat dari Allah tercurah untukmu). Lalu Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam membalas salam orang tersebut, kemudian orang tersebut duduk dan Rasulullâh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “(Dia mendapatkan) dua puluh kebaikan”. Kemudian datang lagi orang lain kepada Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata: as-Salâmu‘alaikum warahmatullahi wabarakâtuh (semoga keselamatan, rahmat dan keberkahan dari Allah tercurah untukmu). Lalu Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Aallam membalas salam orang tersebut, kemudian orang tersebut duduk dan Rasulullâh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “(Dia mendapatkan) tiga puluh kebaika.” (HR Imam Abu Dawud, ath-Tirmidzi, dan Ahmad)

Baca Juga:  Mau Masuk Surga? Jagalah Lisan

Inilah keagungan salam. Betapa besarnya keutamaan orang yang mengucapkan salam dengan lafazh lengkap tersebut. Meskipun demikian, mengucapkan salam dengan dua lafazh sebelumnya diperbolehkan dan tetap mendapatkan ganjaran pahala kebaikan.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata, “Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan kalian tidak akan beriman hingga kalian saling mencintai. Apakah kalian ingin aku tunjukkan kepada suatu hal yang jika kalian amalkan, maka kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR Imam Muslim, Abu Dawud, ath-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Menyebarkan dan mengucapkan salam adalah jalan menuju pintu surga.

(HMJ/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of