Menteri BUMN Pamer Tol, Banjir di Tol Ngawi Tidak Disebut

0
Jalan Tol Ngawi-Kertosono Terendam Banjir.Foto: Antara

Oleh: Andryanto S |

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno memamerkan keberhasilan pembangunan jalan tol di era Pemerintahan Presiden Joko Widodo kepada para santri Pondok Pesantren Buntet, Cirebon, Jawa Barat, Kamis. Namun, banjir yang terjadi di Jalan Tol Ngawi-Kertosono akibat imbas meluapnya Sungai Glonggong tidak disebut.

Semaranginside.com, Jakarta – Menteri BUMN Rini Soemarno menyatakan pembangunan jalan tol di era Presiden Jokowi sangat masif dan melampaui era sejak masa kemerdekaan sampai akhir 2014.

“Jalan tol yang dibangun pada Pemerintahan Jokowi oleh kami, BUMN, dari permulaan 2015 sampai akhir 2018 sudah sepanjang 780 km,” kata Menteri BUMN di hadapan ribuan santri Pondok Pesantren Buntet Cirebon, kemarin.

Dia menyebutkan untuk pembangunan jalan tol dari masa kemerdekaan hingga akhir 2014 mencapai sepanjang 720 km, sedangkan pembangunan dalam empat tahun terakhir sudah melebihi itu yakni 780 km. “Ini kerja keras semua dan akhirnya banyak masyarakat yang liburan menggunakan jalan tol,” ujarnya.

Rini menambahkan pada 2019, pemerintah menargetkan bisa menyelesaikan pembangunan jalan tol sepanjang 500 km lagi. “Ini tentu butuh dukungan dari semua kalangan, agar pembangunan bisa berjalan dengan lancar,” tuturnya.

Baca Juga:  Polisi Bubarkan Paksa Massa di Depan Bawaslu

Di Pondok Pesantren Buntet Cirebon, Menteri Rini mengisi acara workshop enterpreneur kepada para santri dan diharapkan dengan adanya acara tersebut bisa meningkatkan daya saing santri.

Meski memamerkan pembangunan jalan tol yang masif, Menteri BUMN Rini Soemarno tidak menyinggung soal jalan tol Ngawi-Kertosono yang terpaksa ditutup akibat banjir imbas meluapnya Sungai Glonggong. Ruas jalan bebas hambatan ini tergenang air mulai di KM 603 sampai dengan KM 604 sejak Rabu (6/3) petang pukul 22.00 WIB hingga Kamis (7/3) pagi.

Penutupan jalan tol yang baru dibangun dan diresmikan Presiden Jokowi ini dibenarkan oleh PT Jasamarga Ngawi Kertosono. ”Tingginya curah hujan di wilayah Madiun, menyebabkan beberapa ruas Ngawi Kertosono tergenang air. Kami menghimbau para pengguna untuk merencanakan perjalanan dan memperhatikan kondisi kendaraan sebagai antisipasi,” kata Manager Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) PT Jasamarga Ngawi-Kertosono (JNK), M Ridwan, Kamis (7/3).

Dari pantauan adanya curah hujan yang cukup deras pada hari Selasa dan Rabu, tanggal 5 – 6 Maret 2019 menyebabkan genangan air di beberapa lokasi di sekitar jalan tol, salah satunya di sekitar SS Madiun KM 600+000 sd 600+600 B.

Baca Juga:  Soal Cabut Gelar Profesor Amien Rais, Ini Pernyataan UGM

Mulai Rabu pagi (6/3) hasil pengamatan petugas patroli menunjukkan peningkatan debit air, baik luasan maupun ketinggian genangan air. Hujan cukup lebat pada sore hari pukul 17.00 WIB membuat luapan air mulai menyentuh ROW sekitar KM 603+600 sd 604+000 B, mula-mula kedalaman air satu mata kaki.

Namun, dalam waktu yang relatif pendek, pukul 19.00 WIB ketinggian air mulai menyentuh reflektor (guide post), yang mana tidak dilalui oleh kendaraan kecil (Golongan I). Sehingga semua kendaraan yang sudah terlanjur sampai di KM.604 diberhentikan.

Pukul 21.07 WIB berdasarkan ijin via telepon dari Direktur Teknik PT JNK, lalu lintas dari arah Surabaya diarahkan untuk keluar pada Gerbang Tol Caruban. Situasi terkini pada Kamis pagi (7/3) ketinggian air tidak makin surut namun cenderung bertambah tinggi, sehingga truk dan bus juga tidak dapat melintas. (*/Dry/Ant)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of