Miripnya Penembakan Massal di El Spaso dan Dua Masjid di Christchurch

0

Oleh: Nurcholis |

Semaranginside.com, Austin–Beberapa media AS percaya tersangka pelaku penembakan massal, Patrick Crusius, di sebuah supermarket Walmart di El Paso, Texas terinspirasi terror dua masjid di Christchurc Selandia Baru.

Penyerang juga berbagi pandangan yang sama tentang masuknya imigran, tetapi tidak ada informasi yang mengkonfirmasi hubungan antara serangan di Christchurch dan El Paso.

Aparat berwenang meyakini insiden tersebut adalah sebuah kejahatan yang didasarkan kebencian ras, setelah menemukan manifesto pelaku.

Dalam sebuah rekaman kamera CCTV yang beredar online memperlihatkan tersangka memasuki Walmart dengan memegang senapan jenis AK, yang dilaporkan media sebagai “AK-47”

Media mengidentifikasi pelaku sebagai seorang pria kulit putih bernama Patrick Crusius, 21 tahun, meski kepolisian belum secara resmi mengumumkan identitas tersangka.

Media mengungkap, Patric  adalah penduduk kota Allen di wilayah Dallas, sekitar 650 mil (1046 km) timur dari El Paso.

Laporan CBS, Patrick Crusius memposting manifestonya di forum 8chan sebelum menyerang gedung pada hari Senin.

Dalam manifestonya, seorang pemuda berusia 21 tahun menggambarkan ‘serangan balasan Texas’ sebagai alasan ia meluncurkan serangan itu, CBS melaporkan.

CNN melaporkan bahwa dokumen 2.300 kata itu berisi kata-kata nasionalis dan ucapan kebencian terhadap para imigran dan orang Latin.

Selain itu, tersangka juga keberatan dengan imigran dan generasi pertama Amerika.

Polisi dan FBI menyelidiki apakah “manifesto” nasionalis kulit putih yang dibagikan secara anonim di sebuah forum internet adalah karya si pelaku penembakan. Dokumen tersebut mengatakan serangan itu menyasar komunitas Hispanik lokal, kutip BBC.

Kepala Polisi Greg Allen menyebutkan “manifesto” selama konferensi pers, menambahkan bahwa serangan itu mungkin memiliki “hubungan” dengan kejahatan bermotif kebencian.

Polisi telah mengonfirmasi bahwa 20 orang tewas dan 26 lainnya mengalami luka-luka dalam penembakan tersebut. Sedikitnya 22 korban dibawa ke dua rumah sakit di Texas setelah serangan itu, termasuk dua anak-anak. (CK/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of