Musim Bobol Twitter, 5 Cara Mengunci Akun dari Peretasan

0
Ilustrasi mengamankan akun media sosial. Foto: Pixabay

Oleh: Suandri Ansah

Semaranginside.com, Jakarta — Sekarang lagi musim-musimnya peretasan akun Twitter. Baru-baru ini, akun Twitter Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean diduga diretas.

Berdasar pantauan Indonesiainside.id, Selasa (2/4) di laman Twitter miliknya, @Ferdinand_Haean, akun itu banyak terdapat cuitan-cuitan “kasar” disertai gambar tak pantas. Akun itu juga berbalas cuit dengan akun dengan foto profil Waketum Partai Gerindra, Arief Poyuono. Seperti sedang “perang gambar”.

Belum lama, akun Twitter penasihat Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF – U) Haikal Hassan Barras juga dibajak. Dia mencuit dukungannya terhadap pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin dan memfitnah Paslon 02 Prabowo Subianto.

Berkaca dari peretasan akun para politisi di atas, selanjutnya peretasan bisa saja menimpa pengguna lainnya. Terutama yang aktif sebagai influencer di bidang apapun. Lantas, bagaimana cara melindungi akun dari peretasan?

Berikut ini adalah 5 hal yang perlu kita ketahui tentang melindungi akun Twitter dan menjaganya agar tidak mudah disusupi atau diretas, dikutip laman resmi Twitter Indonesia.

1. Twitter hanya akan menghubungi pengguna melalui aplikasi atau melalui email yang dikirim dari alamat email @twitter.com

Twitter tidak akan pernah meminta pengguna untuk memberikan kata sandi melalui email, Direct Message, atau membalas. Twitter tidak akan pernah meminta mengunduh sesuatu atau masuk ke situs web di luar Twitter.com.

Baca Juga:  Unicorn Dituding Jual 90% Barang Impor, Jadi Sapi Perah Kepentingan Asing

“Kami tidak akan pernah menghubungi Anda melalui saluran sosial lainnya, misalnya WhatsApp,” tulis Twitter.

Jangan pernah membuka lampiran atau memasang perangkat lunak apa pun dari email yang mengklaim berasal dari Twitter, tetapi tidak dikirim dari alamat email @twitter.com.

2. Aktifkan Verifikasi Login dan Verifikasi Reset Kata Sandi

Mengaktifkan Verifikasi Login atau 2 Factor Authentication (2FA) memberikan lapisan keamanan tambahan untuk akun Anda dengan mengirimkan One Time Password (OTP) ke ponsel pengguna. Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di sini.

Verifikasi Reset Kata Sandi berarti bahwa jika pengguna pernah lupa kata sandi, pengguna akan diminta memasukkan alamat surel dan/atau nomor telepon untuk mengirim tautan setel ulang kata sandi.

3. Jangan klik tautan yang mencurigakan atau tidak dikenal

Jika seseorang mengirimi tautan di Twitter yang terlihat mencurigakan – meskipun itu dari seseorang yang dikenal – jangan mengkliknya. Akun pengguna Twitter lain dapat diretas dan penting, bahwa dengan mengklik tautan membuat akun jadi mudah diretas.

“Jika Anda mengklik tautan dan menemukan diri Anda pada halaman yang menyerupai halaman login Twitter, jangan masukkan nama pengguna dan kata sandi Anda. Sebagai gantinya, buka twitter.com dan masuk langsung dari beranda Twitter.”

Baca Juga:  Utamakan Siswa Berprestasi, Jateng Modifikasi Aturan PPDB Mendikbud

4. Jangan abaikan email yang dikirim kepada Anda dari @twitter.com

Twitter sesekali akan mengirim email tentang keamanan akun dan sangat penting bagi pengguna untuk membacanya. Misalnya, Twitter akan mengirimkan email tentang kapan pengguna masuk ke akun Twitter dari perangkat baru untuk pertama kalinya.

Informasi ini akan dikirimkan kepada pengguna melalui email sebagai bagian dari langkah keamanan tambahan. Setiap kali alamat email yang terkait dengan akun Twitter telah diubah, pihak Twitter akan mengirimkan email ke alamat email yang sebelumnya digunakan di akun.

“Jika akun Anda disusupi atau diretas, langkah-langkah ini akan membantu Anda mengambil langkah untuk mendapatkan kembali akun Anda.”

5. Gunakan kata sandi yang kuat yang tidak Anda gunakan di situs web lain

Kata sandi harus sepanjang setidaknya 10 karakter serta menggunakan campuran huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol. Gunakan frasa sandi, bukan kata sandi. Jangan menggunakan kata atau frasa kamus umum.

“Jika Anda khawatir akun Anda mungkin telah disusupi atau diretas, Anda dapat menemukan informasi lebih lanjut di laman Twitter tentang langkah-langkah yang dapat diambil untuk membantu mengamankan akun.” (*/Dry)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of