NasDem Disebut Meradang

0
Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh. Foto: Muhammad Zubeir/Indonesiainside.id

Oleh: Rudi Hasan

Semaranginside.com, Jakarta – Sindiran-sindiran Surya Paloh saat membuka Kongres II NasDem disebut sebagai bentuk kekecewaan. Akademisi dari Universitas Al Azhar, Ujang Komaruddin, melihat ada emosi Paloh dalam pidatonya.

“Walaupun pernyataan-pernyataannya berbentuk sindiran dan tidak menyebutkan partai apa yang disindir. Namun secara implisit, Surya Paloh sedang menyindir PDIP dan Megawati,” ujar Ujang ketika dihubungi wartawan, Ahad (10/11).

Menurut dia, memang sindiran itu mengarah ke PDIP karena partai itu membuat NasDem tak nyaman di koalisi. Pasalnya, partai yang dipimpin Paloh dirugikan dalam banyak hal.

Baca Juga:  Soal Kursi Menteri, Mega Inginkan Sebanyak-Banyaknya

Terutama, kata dia, hilangnya jabatan Jaksa Agung yang awalnya diemban kader NasDem. Sekarang, pimpinan Korps Adhyaksa diambil alih PDIP. Sementara NasDem mendapat tiga kursi menteri yang dianggap Ujang, kurang strategis.

“Dan masuknya Gerindra dalam koalisi Jokowi. Telah membuat peta koalisi internal Jokowi berubah. Telah membuat NasDem tak enjoy dan tak nyaman,” kata dia.

Ujang bilang, sindiran-sindiran Paloh jelas sebagai bentuk perang urat syaraf dengan PDIP. Bagi dia, tak ada asap jika tak ada api. Tak ada sindiran jika tak ada masalah.

Baca Juga:  Lagi, Megawati Ancam Pecat Kader Tak Kampanye Door to Door

“Jadi sesungguhnya masalah utama NasDem adalah dengan PDIP,” imbuhnya.

Analisis Ujang, manuver PDIP kemungkinan disebabkan rasa iri. Karena kenaikan suara NasDem di Pileg 2019 yang lalu berlipat-lipat. Dan saat ini NasDem menjadi partai 4 besar.

“Dan jika dibiarkan, tentu di 2024 akan makin naik. Oleh karena itu, PDIP mengunci laju NasDem dengan mengambil alih posisi Jaksa Agung,” kata Ujang.

(Aza/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of