Operasi Zebra Candi Dilaksanakan hingga 5 November, Ini Sasarannya

0
Sejumlah pengendara dihentikan untuk diperiksa kelengkapan surat-surat kendaraan bermotornya saat Satlantas Polres Kudus menggelar operasi patuh di Jalan Pemuda Kudus, Jawa Tengah. Foto: Antara

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Semarang – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah telah memulai Operasi Zebra Candi sejak 23 Oktober 2019 hingga 5 November 2019 mendatang. Sebanyak 3.300 aparat disiapkan dari personil gabungan, mulai dari anggota kepolisian, Kodam IV Diponegoro, Dinas Perhubungan, Jasaraharja, Jasamarga, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan.

Operasi Zebra Candi akan melakukan penindakan pada pelanggaran lalulintas, antara lain pengendara yang tidak mengenakan helm, pengemudi yang tidak memakai sabuk pengaman dan berkendara melebihi kecepatan.

Selain itu, tindakan tegas lain yang diprioritaskan adalah mabuk pada saat berkendara, melawan arus, pengendara masih dibawa umur, berkendara sambil menggunakan ponsel serta kendaraan yang menggunakan strobo, rotator dan sirine.

Baca Juga:  Jaksa KPK Tuntut Taufik Kurniawan 8 Tahun Penjara dan Denda Rp 200 Juta

“Kami mengimbau masyarakat agar menyiapkan SIM, STNK, disiapkan.
Selain itu, cek kesiapan atau kelayakan kendaraanya, apakah lampunya sudah menyala dan kelengkapan lainnya. Gunakan helm, jangan memuat muatan yang berlebihan. Gunakan sabuk pengaman,” terang Kapolda Jateng, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Rabu (24/10).

Rycko berpesan kepada petugas di lapangan yang melaksanakan kegiatan operasi supaya bersikap tegas namun mendidik, menghindari tindakan arogan dan tidak mencari kesalahan para pelanggar. Penegakan hukum diharapkan dilakukan secara humanis, bukan hanya sekadar langsung diberikan penindakan, namun juga sekaligus diberikan penjelasan.

Baca Juga:  Pengamat: Politisasi Isu Khilafah Mengadu Domba Rakyat

Adanya pelaksanaan operasi ini juga diharapkan dapat menekan terjadinya pelanggaran dan kecelakaan lalulintas. Sesuai catatan, jumlah lakalantas mengalami di Jawa Tengah mengalami kenaikan sebanyak 45 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2018, yakni 13.270 kasus.

Rycko menyebutkan, selama bulan Januari sampai September 2019, atau selama 9 bulan telah terjadi 19.262 kasus kejadian Lakalantas.

Menurut Rycko, jumlah tersebut cukup menjadi perhatian pihak kepolisian Jawa Tengah, melakukan pembenahan pembenahan dan evaluasi, terlebih lagi korban lakalantas didominasi dari kalangan generasi milenial atau golongan usia produktif.

(Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of