OTT Kepala Daerah Bukti Kebocoran Anggaran

0
Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade. Foto: BreakingNews.co.id

Oleh: Rudi Hasan |

Tak perlu melapor, KPK telah proaktif melakukan penelusuran kebocoran anggaran negara.

semaranginside.com, Jakarta — Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Andre Rosiade menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah bekerja tanpa harus ada laporan. Menurut Andre, kinerja lembaga anti-rasuah bisa dilihat dari banyaknya pejabat yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Sebab ia melihat, kebocoran anggaran ini hanya mungkin dilakukan dengan praktek korupsi. “Banyak kepala daerah ditangkap KPK. Mereka juga mayoritas berasal dari partai pendukung Pak Jokowi,” ujar Andre di Jakarta, Jumat, (8/2).

Baca Juga:  Revisi UU KPK Serangan Balik Koruptor

Menurutnya, 25 persen anggaran bocor setara dengan Rp 500 triliun. Nominal kerugian negara itu yang memperkuat argumen parahnya kasus korupsi di Indonesia saat ini.

Mengutip kata Prabowo, Andre menyebut Indonesia masuk kanker stadium 4 untuk urusan korupsi. Hal tersebut susah diingkari. Untuk itu, ke depan KPK bakal diperkuat.

Jika Prabowo terpilih, Andre menyebut upaya penguatan akan terus dilakukan. Anggaran juga pasti didongkrak untuk memaksimalkan kinerja.

Lebih baik, kata dia, berinvestasi pada pemberantasan korupsi. Daripada membiarkan anggaran terus mengalami kebocoran.

Selain itu, Prabowo juga mengupayakan tax ratio bagi Indonesia. “Supaya kita bisa dapat tambahan anggaran negara,” kata Andre.

Baca Juga:  Video Kapal Tabrak Crane di Tanjung Emas Semarang

Seperti diketahui, calon presiden petahana Joko Widodo menantang Prabowo Subianto untuk melaporkan kebocoran anggaran ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal ini disampaikan Jokowi kepada wartawan di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (7/2), menanggapi pernyataan Prabowo yang menyebut terjadi kebocoran anggaran sebesar 25 persen di Indonesia.

Jokowi meminta Prabowo menunjukkan bukti soal kebocoran anggaran pada KPK.

“Dengan bawa bukti-bukti dan bawa fakta-fakta. Jangan asal… (sambil menunjuk mulut),” kata Jokowi. (TA)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of