PAC Semarang Bergerak Perangi Sampah Plastik

0
Beberapa remaja ikuti workhsop sablon cukil kayu di Kota Lama tadi. Foto : Nugroho

Oleh : Nugroho

Semaranginside.com, Semarang – Positive Action Community (PAC) Semarang gelar kegiatan untuk memerangi sampah plastik. Mereka mengadakan kegiatan PAC Bergerak di Kawasan Kota Lama, Sabtu (9/11) sore hingga malam ini. Pada acara tersebut, komunitas yang sebagian besar beranggotakan remaja tersebut menggandeng beberapa komunitas lain.

“Kami mengajak Bank Sampah Lestari Magenta, Survive Garage dari Jogja, Pendaki Pelajar Semarang, Putri Remaja Jawa Tengah, dan KSK Wadas Teater UIN Walisongo Semarang,” ujar Ketua Panitia Puja Iqbal Setiawan.

Dia menegaskan, lewat kegiatan ini, pihaknya ingin mengingatkan soal bahaya sampah plastik bagi kelestarian lingkungan. Tak hanya itu, dengan menggandeng beberapa komunitas lain, PAC Semarang juga berupaya memberi solusi dengan memberi contoh cara pengelolaan sampah plastik agar lebih bermanfaat.

Baca Juga:  Kurangi Penggunaan Plastik, Botol Plastik Bisa Ditukar Secangkir Kopi

“Kami memilih lokasi acara di Kota Lama dengan harapan bisa menjangkau lebih luas masyarakat, mengingat kawasan ini adalah tempat wisata yang ramai dikunjungi,” tambahnya.

Acara tersebut dimulai sekitar pukul 15.00. Menempati area di jalan antara Taman Srigunting dan Gedung Oudetrap, panitia menyediakan meja dan kursi di depan panggung sehingga pengunjung bisa lebih nyaman menikmati rangkaian acara.

Bank Sampah Lestari Magenta dan Survive Garage juga menggelar karya mereka yang bisa dibeli dengan harga terjangkau. Karya-karya tersebut berupa tas serta kaos dengan desain yang menarik.

Setelah dibuka dengan pentas musik, acara semakin meriah dengan penampilan KSK Wadas. Para mahasiswa UIN Walisongo tersebut menampilkan performance art yang mengungkapkan soal bumi yang kian menderita karena sampah.

Baca Juga:  PAC Semarang Suarakan Bahaya Sampah Plastik

Sementara itu, para senima dari Survive Garage juga memberikan workshop pada beberapa pemuda tentang sablon cukil. Mereka menuntun selangkah demi selangkah sehingga para peserta bisa membuat sablon dengan teknik cukil itu.

Salah seorang pengunjung, Ardian menyambut positif acara tersebut.

“Saya kira ini acara yang positif, kampanye soal bahaya sampah plastik. Memang miris kalau melihat dampaknya. Semoga dengan acara yang diinisiasi anak-anak muda ini, semakin banyak masyarakat yang sadar untuk tak lagi menggunakan plastik sekali pakai,” terangnya.(nug)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of