Pahala Terhapus Karena Riya’

0
Ilustrasi. Foto: Istimewa

Oleh: H. Mohammad

Semaranginside.com, Jakarta – Kata riya’ berasal dari ar-ru’ya (melihat), artinya, seseorang melakukan sesuatu amalan agar dilihat oleh orang lain. Kata riya’ lawan dari kata ikhlas yang punya makna “melakukan sesuatu amalan hanya karena Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

Seseorang akan bergiat melakukan sesuatu agar dilihat oleh orang. Agar apa yang dilakukan itu diwartakan oleh wartawan, diabadikan oleh juru foto dan kameramen. Sebaliknya, jika tidak ada yang meliput dan memfoto, ia ogah-ogahan untuk melakukannya. Walhasil, orang yang riya itu melakukan amalan hanya agar dilihat dan dapat pujian makhluk. Bukan karena Allah semata,

Rasulullah Shallalhu ‘Alaihi wa Sallam telah memperingatkannya, sebagaimana dinarasikan oleh Abu Hindun ad-Dari Radhiyallahu ‘anhu, bahwa ia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang berbuat karena riya’ (ingin dilihat) dan sum’ah (ingin didengar), maka Allah akan memperlihatkan dan memperdengarkan (niat) orang itu pada hari Kiamat. (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Baihaqi)

Riya’ dan sum’ah adalah sepasang istilah yang bertentangan dengan dengan syariat. Adapun perbuatan riya’ dan sum’ah itu menjadikan amal-amal mereka bagaikan batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat yang menyebabkannya bersih dan licin kembali. Batu itu kembali gersang, tak bisa menumbuhkan pepohonan atau benih.

Sebuah perumpaan yang begitu indah dipaparkan oleh Sang Maha Pencipta, bahwa amal-amal yang dilakukan dengan iringan riya’ dan sum’ah, akan sia-sia belaka. Tak ada pahala baginya, bahkan dosa yang diterimanya, kelak.

Itu sebabnya, mari kita perbarui niat sebelum beramal. Untuk apa kita melakukan amalan tertentu. Untuk dilihat dan diperdengarkan kepada manusia atau ikhlas semata karena Allah Ta’ala? Ingat, dalam ajaran Islam, niat akan menentukan kualitas amal kita. Jika niatnya hanya karena Allah Ta’ala, in-syaa Allah akan mendapatkan pahala di sisi Allah. Jika karena manusia atau makhluk, maka pahala amalan akan melayang, dan tumpukan dosa yang akan menimbun pelakunya. (HMJ/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of