Pansus Menolak, Investasi Cina Rp 35 Triliun Terancam Kandas

0
Ketua Pansus Revisi Perda RTRW Jateng 2019-2029 DPRD Jateng, Abdul Aziz. Foto: Istimewa

Oleh: Agus Susilo

Semaranginside.com, Semarang – Rencana investasi dari investor Cina senilai Rp 35 triliun di kawasan peruntukan industri  yang direncanakan di Patebon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, terancam kandas. Alasannya, Pansus Revisi Perda RTRW Jateng 2019-2029 DPRD Jateng menolak rencana kawasan peruntukan industri seluas 1.076 hektare yang diajukan oleh Pemprov Jateng.

Lahan kawasan peruntukan industri seluas itu terbagi di dua kabupaten. Yakni 622 hektare di wilayah Patebon Kabupaten Kendal dan 454 hektare di Kabupaten Demak.

Ketua Pansus Revisi Perda RTRW Jateng 2019-2029 DPRD Jateng, Abdul Aziz menjelaskan eksekutif lupa jika lahan yang akan dijadikan kawasan idustri itu merupakan kawasan pantai hutan bakau. Maka sesuai Perpres Nomor 78 tahun 2017 tentang Kawasan Strategis Kedungsapur yang didalamnya mengatur kawasan pantau hutan bakau tidak memperbolehkan untuk industri.

Baca Juga:  Program 100 Hari Kerja, SYL Akan Berantas Mafia Pangan

“Di draf RTRW yang ada, belum memasukkan Perpres Nomor 78 Tahun 2017 itu. Sehingga di peta masih memunculkan industri. Saya kira, mereka (Pemprov Jateng) lupa soal ini,” kata Abdusl Aziz, Jumat (9/8).

Dalam pembahasan, lanjutnya, sejumlah pihak dari kementerian-Pemprov memunculkan opsi Ayat 2 yang menyebut kawasan peruntukan industri berada di kawasan berhutan bakau. Azis mengatakan memang terjadi silang pendapat dengan pemprov soal lahan bakau tersebut. Pemprov menyebut kawasan itu bukan bakau melainkan tambak. Selain itu, versi pemprov, lahan itu sudah hak milik dan HGU.

Baca Juga:  Dituntut 8 Tahun Penjara, Taufik Kurniawan; Saya Akan Cari Keadilan Sampai Akhirat

“Kalau memang mau dijadikan kawasan peruntukan industri maka rubah dulu Perpresnya. Ya tidak usah ada pasal tambahan, kalau Perpres di larang ya dilarang. Dan Pansus tak akan memunculkan izin sebelum itu karena akan menyalahi aturan,” tegas Azis yang duduk di Komisi D DPRD Jateng.

Azis mengakui jika investasi sebesar Rp 35 triliun itu masuk maka akan mendongkrak target 7% pertumbuhan ekonomi di Jateng. “Iya sih (bisa mendukung target ekonomi). Katanya investasi dari Cina. Tapi sekali lagi Perpresnya kan tidak boleh. Bisa saja setelah RTRW digedok, tapi ada revisi lima tahun lagi di tahun 2024,” ujar Politikus PPP ini.

(Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of