Pasca Penutupan Sunan Kuning, Satpol PP Sweeping WPS di Jalanan

0
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang menggencarkan yustisi wanita pekerja seks (WPS) pasca penutupan lokalisasi Sunan Kuning. Foto: Istimewa

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Semarang – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang menggencarkan yustisi wanita pekerja seks (WPS) pasca penutupan lokalisasi Sunan Kuning. Yustisi dilakukan di kawasan yang dikhawatirkan menjadi tempat tumpahan para eks WPS Sunan Kuning, Senin (28/10) petang.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan yustisi WPS dilakukan atas laporan masyarakat yang tidak menginginkan adanya WPS di jalanan. Masyarakat khawatir para PSK mengotori wajah kota Semarang pasca penutupan Sunan Kuning. Dari hasil yustisi, petugas berhasil menjaring 10 WPS dan satu wanita pria (waria).

“Tujuan utama adalah untuk menjaring eks WPS Sunan kuning yang nekat turun ke jalan. Namun dari hasil yustisi, kami tidak menemukan eks WPS Sunan Kuning yang mangkal di jalanan,” ungkapnya, Selasa (29/10).

Baca Juga:  St. Gabriel Children Choir Raih Gold Award di Singapura

Lokasi sasaran yustisi Satpol PP kali ini adalah tempat yang kerap dijadikan tempat mangkal para WPS, yakni kawasan Poncol, Jalan Imam Bonjol, Tanggul Indah (TI) dan daerah Coyo Kalibanteng.

Ditegaskan Fajar, dari mereka yang terjaring adalah wajah lama yang kerap mangkal di jalanan. Mayoritas adalah gadis matik, yang biasa menggunakan motor matik untuk menjajakan diri.

Fajar mengatakan, bulan lalu pihaknya berhasil menjaring sekitar 30 PSK, namun kali ini pihaknya mendapat 10 PSK. Pihaknya akan melakukan yustisi PSK secara rutin agar Kota Semarang benar-benar bersih dari prostitusi. Terlebih lagi, pasca penutupan Sunan Kuning yang dikhawatirkan para mantan penghuninya pindah ke jalanan.

Baca Juga:  Janji Akan Loyal, 35 DPC dan DPW PKB Jateng Dukung Cak Imin Jadi Ketum Lagi

Sebanyak 10 WPS yang terjaring akan dibawa ke panti rehabilitasi sosial Kota Surakarta dan akan diberi pembinaan selama tiga bulan di panti tersebut.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Muhammad Afif meminta Satpol PP melakukan pengawasan pasca penutupan Sunan Kuning. Tidak hanya di kawasan eks lokalisasi, melainkan juga di tempat-tempat yang dimungkinkan menjadi tempat mangkal para eks WPS Sunan Kuning.

“Jika para eks WPS Sunan Kuning masih nekat mangkal di Kota Semarang untuk menjajakan diri, Satpol PP harus tegas menindak,” tandasnya.

(Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of