Pasutri Terduga Teroris di Semarang Tak Pernah Ikut Pengajian dan PKK

0
Ketua RW 4 Dusun Kepoh, Hafidz. Foto: Ade Lukmono/Semaranginside.com

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Semarang – Penggerebekan rumah kontrakan pasutri terduga teroris di Dusun Kepoh, Kelurahan Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang berlangsung pada Senin (15/10) pagi. Selama berada di lingkungan Nongkosawit, pasutri tersebut terkesan tertutup pada pada warga lain.

Ketua RW 4 Dusun Kepoh, Hafidz mengatakan tidak tahu secara pasti pekerjaan yang dilakukan oleh terduga teroris, Amirudin. Namun Hafidz mengetahui pasutri tersebut telah tinggal di lingkungan RW 4 selama hampir 3 tahun dan berpindah-pindah kontrakan.

Hafidz menambahkan, pria asal Kabupaten Semarang tersebut hanya sesekali pulang ke rumah kontrakan, sekitar sepekan sekali. Sedangkan untuk istri, disbeutnya tidak pernah beranjak dari rumah dan hanya sesekali keluar rumah ketika berbelanja atau mengantar anak mereka ke sekolah dengan menggunakan sepeda motor.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPR Jadi Guru Besar Kehormatan Unnes

Dikatakannya, pasutri terduga teroris tersebut memilki dua orang anak yang sama-sama masih sekolah SD. Anak pertama berjenis kelamin laki-laki, sedangkan anak kedua berjenis kelamin perempuan.

“Kalau pengajian atau kegiatan PKK tidak pernah kelihatan,” ungkap Hafidz, Senin (15/10).

Dia menambahkan, hanya sesekali bertemu dengan istri Amirudin yang kerap kali mengenakan busana serba hitam dan bercadar ketika keluar rumah. Sedangkan sang suami berpenampilan seperti biasa.

“Suasana rumah kontrakan itu dalam kesehariannya terlihat sepi. Ada atau tidak ada penghuni, sama saja tertutup,” pungkas Hafidz.

Baca Juga:  Lumpia atau Lunpia, Sama Enaknya..

Sebelumnya, Densus 88 Mabes Polri melakukan penindakan terhadap pasangan suami istri yang diduga teroris di Dusun Kepoh, Kelurahan Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Tim dari Densus 88 didampingi personel dari Polrestabes Semarang dan Polsek Gunungpati menggrebek rumah kontrakan saat keduanya berada di rumah sekira pukul 07.00.

Adapun Identitas terduga teroris atau penghuni kontrakan yang diamankan Densus 88 adalah Amirudin (44) asal Jatipunggo RT 03 RW 01 Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang dan istrinya, Marifah Hasanah (44) asal Wonodadi RT 01 RW 06 Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung.

(Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of