PDIP Balas Kritikan Paloh

0
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Foto: Antara

Oleh: Rudi Hasan

Semaranginside.com, Jakarta – Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto melihat pernyataan Surya Paloh di Kongres II NasDem, bukan sebagai sindiran. Pihaknya tak ambil pusing dengan hal itu.

“Dalam rekam jejak digital kami, yang memberi tanggapan terhadap pelukan Pak Surya Paloh dan Pak Shohibul Iman adalah Presiden Jokowi sendiri,” kata Hasto di Jakarta, Ahad, (10/11).

Dia menyebut kritik Paloh yang mempertanyakan rangkulan dan tali silaturahmi, tak ditujukan kepada siapa-siapa. Menurut Hasto, hal itu lebih mirip pemecah es, atau ice breaker.

“Sehingga tidak perlu ditanggapi secara khusus. Itu adalah joke politik yang cerdas,” kata dia.

Demikian halnya menanggapi apa-apa yang disampaikan Paloh dalam pidato pembukaan Kongres II NasDem. Menurut Hasto, hal itu adalah hal yang lazim dilakukan.

Baca Juga:  Nasdem Sebut Posisi Gerindra Sebaiknya Oposisi

“Mungkin apa yang disampaikan tersebut sebagai bentuk otokritik Nasdem dan juga bagi kehidupan politik secara keseluruhan,” kata dia.

Hasto bilang otokritik sering dilakukan dalam peristiwa politik penting seperti kongres Partai. Jadi pihaknya tidak merasa tersindir, terlebih menurut dia, rakyat tahu bahwa nasionalisme dan jalan Pancasila yang ditempuh oleh PDI Perjuangan.

Nasionalisme dan Pancasila itu dikatakan Hasti berasal dari pengakuan rakyat secara luas. Bukan hasil penilaian orang per orang. Dengan demikian Pancasilais tidaknya suatu Partai itu diukur dari konsistensi sikap, satunya kata dan perbuatan, dan dari keputusan politiknya.

“Pancasilais itu buah sikap politik, dan bukan hasil retorika atau pencitraan,” kata Hasto.

PDI Perjuangan, kata dia, percaya bahwa jalan ideologi Pancasila yang kami ditempuh adalah jalan mendapatkan kekuasaan politik dengan menangis dan tertawa bersama rakyat, bukan jalan elit, dan bukan pula jalan pintas kekuasaan.

Baca Juga:  Politikus PDIP Laporkan Permadi Atas Dugaan Makar

“Sebab kami punya tanggung jawab bahwa watak dan karakter Partai itu diuji justru ketika berada di dalam kekuasaaan: apakah Partai tsb akan menggunakan kekuasaannya untuk kemajuan rakyat dan bangsanya, atau bagi kepentingan jangka pendek elektoral Partainya? Disinilah moral kekuasaan dan dedikasi politik itu diukur,” beber dia.

Dari pada sibuk memersoalkan siapa yang Pancasilais, pihaknya mengajak untuk memberikan kepercayaan bagi kepemimpinan Pak Jokowi- KH Ma’rud Amin dengan seluruh jajaran kabinetnya.

“Pemilu 2024 masih jauh. Serahkan penilaian kinerja Partai pada rakyat,” kata Hasto.

(Aza/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of