Pelecehan Seksual dan di Bui, Mantan Bendahara Vatikan Tak Terima

0
Para pengunjuk rasa menyambut keputusan Pengadilan Tinggi menolak pengajuan banding Kardinal George Pell.Foto:BBC

Oleh: Eko P

Semaranginside.com, Sydey – Kardinal George Pell diberikan kesempatan terakhir untuk mengajukan banding atas putusan pengadilan yang menyatakan dia bersalah atas kasus pelecehan seksual anak. Mantan bendahara Vatikan itu diizinkan untuk melakukan banding di pengadilan tinggi Australia.

Lelaki yang kini berusia 78 tahun, saat ini menjalani hukuman enam tahun penjara karena melecehkan dua anak laki-laki di sebuah katedral Melbourne pada 1990-an. Dia kalah pada banding pertamanya di bulan Agustus, tapi secara konsisten mengatakan bahwa dia tidak bersalah.

Dengan putusan tersebut Kardinal George Pell harus berada di balik jeruji besi sampai paling cepat 2022. Pell adalah pejabat Katolik paling senior yang pernah dihukum karena pelecehan seksual terhadap anak, kutip BBC News, Rabu(13/11).

Desember lalu, juri dengan suara bulat meyakini bahwa Pell bersalah atas pelecehan seksual dua anak laki-laki berusia 13 tahun di Katedral St Patrick, ketika dia menjadi uskup agung kota itu.

Baca Juga:  Undip Diminta Lebih Serius Tangani Dugaan Kasus Pelecehan Seksual

Putusan itu mencakup tindakan penetrasi seksual dan empat tuduhan lainnya terkait perbuatan yang tidak senonoh.

Pell sebelumnya gagal memenangkan putusan di Pengadilan Banding Victoria pada Agustus karena panel yang berisi tiga hakim memutuskan bahwa ia bersalah dengan suara 2-1. Hakim menolak argumen Pell bahwa putusan juri tidak adil dan hanya berdasarkan pada kesaksian satu korban.

Sementara itu, upaya bandingnya akan disidangkan tahun depan di Pengadilan Tinggi Australia, di mana putusan akan dibuat oleh tujuh hakim. Ini akan menjadi keputusan akhir atas kasus ini dan tidak ada mekanisme hukum lainnya yang dapat ditempuh oleh Pell selanjutnya.

Kasus Pell telah mengguncang Gereja Katolik dan dia dikeluarkan dari lingkaran dalam Paus tahun lalu.

Vatikan juga menghadapi tuntutan agar Pell dicopot, tetapi gereja mengatakan bahwa Pell berhak untuk melakukan banding.

Baca Juga:  Ketua Ansor Jateng Hadiahi Paus Fransiskus Kain Batik

Pengadilan menyebut, dokumen tentang pelecehan seksual anak di Gereja Katolik sengaja dihancurkan.

“Kami tekankan bahwa Kardinal Pell tidak harus membuktikan apapun selama persidangan. Malah, di semua tahap persidangan, beban bukti ada pada pihak penuntut,” kata Hakim Ferguson.

Di dalam persidangan terungkap, Kardinal Pell merupakan uskup agung Melbourne ketika ia melakukan pelecehan seksual terhadap dua anak laki-laki pada 1996 dan 1997.

Dalam persidangan, majelis hakim mendengarkan kesaksian dari salah seorang korban. Korban lainnya meninggal dunia karena overdosis obat pada 2014.

Dewan juri menolak argumen pembelaan Pell yang mengatakan tuduhan terhadapnya adalah fantasi.

Juri menyatakan Pell bersalah atas dakwaan memerkosa anak, dan empat dakwaan tindakan tidak pantas terhadap anak.

Hukuman itu dirahasiakan dari publik sampai Februari, ketika jaksa penuntut menarik kembali sejumlah tuduhan tambahan terkait pelecehan seksual terhadap Pell.

(EP/BBC/INI-network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of