Peluncuran Pilwakot Semarang, KPU Sebut Ada yang Berbeda

0
Tari Warak Ngendog dalam peluncuran Pilwakot Semarang 2020 di Gedung Balai Kota Semarang, Rabu (13/11). Foto: Ade Lukmono/Semaranginside.com, Semarang

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Semarang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang secara resmi meluncurkan tahapan Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Semarang 2020. Setelah peluncuran, agenda terdekat selanjutnya adalah yakni melakukan sosialisasi terkait pencalonan perseorangan yang rencananya akan dilakukan pada November.

Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom memaparkan, sosialisasi pencalonan jalur perorangan ini menjadi penting lantaran pada Pilwakot kali ini agak sedikit berbeda dengan Pilwakot 2015 lalu.

Pada Pilwakot 2015, pencalonan perseorangan dan jalur partai dilakukan bersamaan. Pada Pilwakot 2020, kandidat perorangan harus verifikasi dulu.

Baca Juga:  Kekeringan, 9.676 Ha Padi Puso di 21 Kabupaten

“Jika lolos verifikasi, baru daftar,” kata Henry di Gedung Balai Kota Semarang,” Rabu (13/11).

KPU Kota Semarang berharap, dengan mulainya tahapan Pilwakot Semarang 2020 ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat. Pihaknya berharap, tingkat partisipasi masyarakat bisa lebih tinggi dibanding Pilwakot 2015.

“Kami berharap tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilwakot Semarang 2020 bisa di atas 70 persen karena pada Pilwakot 2015 lalu tingkat partisipasi masih di bawah 70 persen,” paparnya.

Selanjutnya, pada Januari 2020 mendatang KPU membutuhkan 580 tenaga badan adhoc tingkat kecamatan dan 531 tenaga badan adhoc tingkat kelurahan yang rencananya akan mulai perekrutan.

Baca Juga:  Gempa Susulan, 26 Rumah Rusak

Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, mengimbau para camat dan jajarannya harus mengetahui tahapan-tahapan Pilwakot Semarang 2020. Peran camat dibutuhkan dalam Pilwakot antara lain pembentukan badan adhoc baik tingkat kecamatan maupun kelurahan dan penetapan daftar pemilih tetap (DPT).

Lebih lanjut, sosialisasi kepada masyarakat juga dibutuhkan peran serta semua pihak agar tingkat partisipasi Pilwakot 2019 ini bisa melampaui Pemilu 2019. Hevearita berharap, partisipasi masyarakat Semarang bisa menyamai Pemilu 2019, yakni 82 persen.

(Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of