Penajam Paser Utara, Dari Kerajaan Jadi Ibu Kota Negara

0

Oleh: Anisa Tri K

Semaranginside.com, Jakarta – Penajam Paser Utara menjadi salah satu wilayah yang diputuskan oleh Presiden Jokowi sebagai ibu kota negara Republik Indnesia yang baru. Tak banyak orang yang tahu jika sebenarnya Penajem dulunya merupakan kerajaan.

Penajam Paser Utara adalah wilayah yang awalnya masuk Kabupaten Paser. Namun, pada tahun 2002 silam, atas inisiatif sejumlah masyarakat, Penajam Paser Utara menjadi kabupaten sendiri. Kabupaten Penajam Paser Utara dianggap tidak berada di wilayah potensi gempa dan erupsi, karena memiliki topografi lahan yang relatif datar.

Selain itu, sumber daya alam di wilayah ini dianggap melimpah, baik dari sektor perkebunan, pertanian, perikanan, peternakan, pertambangan, hingga kehutanan.

Sejarah Terbentuknya Penajam Paser Utara

Dijelaskan bahwa dahulunya wilayah Penajam dihuni oleh Suku Paser Tunan dan Suku Paser Balik. Kedua suku ini, berinduk dari suku paser yang saat ini tinggal di Kabupaten Paser. Dahulunya di kawasan tersebut dihuni oleh kelompok-kelompok suku yang hidup terpencar, masing-masing kelompok mendirikan kerajaan kecil yang biasa disebut Kerajaan Adat.

Baca Juga:  Kasus Amblesnya Jalan Gubeng Hadirkan Enam Terdakwa

Masing-masing kerajaan menjalankan tradisi yang telah diwariskan secara turun temurun. Pada umumnya mereka membangun kerajaan adat di sekitar sungai dan teluk yang ada di sekitaran Penajam. Hal itu pula yang membuat mereka bermata pencaharian sebagai nelayan dan petani.

Pembagian Wilayah

Dalam satu kerajaan adat, biasanya dipimpin oleh seorang raja atau ketua adat. Misalnya pemerintah adat Suku Adang tinggal di Teluk Adang (Paser). Pemerintah adat Suku Lolo tinggal di muara Sungai Lolo (Paser). Pemerintah adat suku Kali tinggal di Long Kali (Paser). Pemerintah adat suku Tunan tinggal di Muara Sungai Tunan (Penajam). Pemerintah adat suku Balik tinggal di sekitar teluk Balikpapan.

Pemerintah adat Suku Balik menjadi bagian wilayah dari kerajaan besar yang bernama Kutai Kartanegara. Sedangkan untuk kerajaan Suku Adang, Lolo, Kali dan Tunan menjadi bagian dari wilayah kerajaan Paser.

Lambat laun kerajaan kecil mulai menghilang akibat banyaknya penduduk setempat yang berpindah ke pusat pemerintahan kerajaan atau menyingkir ke hulu pedalaman. Banyak diantaranya mengalami kepunahan, hingga menyimpan legenda yang selalu hidup dimasyarakat hingga saat ini. Sangat disayangkan belum ada catatan resmi yang lengkap tentang kisah dari kerajaan kecil yang dulu pernah berjaya.

Baca Juga:  Gudang Logistik Terbakar, Sepuluh Kotak Suara Hangus

Sejak mulai berdirinya kerajaan Paser, kawasan pemerintah Suku Adat Tunan dan Penajam menjadi bagian wilayah kerajaan. Tunan dalam catatan para raja-raja Paser lebih dikenal dengan nama Tanjung Jumlai. Begitu pentingnya wilayah yang diduduki oleh Suku Tunan, maka dilokasi tersebut dibuatkan armada perang yang difungsikan untuk mengamankan bagian utara Kerajaan Paser.

Walaupun saat ini daerah Penajam, Nenang, Waru dan beberapa daerah masuk dalam wilayah administrasi Penajam Paser Utara, tetapi dalam catatan sejarah Kerajaan Paser, daerah-daerah tersebut berada di bawah kepemimpinan Kerajaan Paser. Peninggalan budaya tersebut dapat dilihat dari makam, masjid yang saat ini hanya tersisa rangka bangunan, meriam dan bungker. (*/Dry/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of