Penanganan Stunting Harus Libatkan Berbagai Sektor

0
Workshop Penyamaan Persepsi Perguruan Tinggi pada Program Pencegahan dan Penanggulangan Stunting di Undip. Foto : undip.ac.id

Oleh : Nugroho

Semaranginside.com, Semarang – Penanganan stunting harus melibatkan berbagai sektor, tak hanya bidang kesehatan saja. Hal itu ditekankan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro Dr Budiyono dalam Workshop Penyamaan Persepsi Perguruan Tinggi pada Program Pencegahan dan Penanggulangan Stunting, Rabu (19/6) di Gedung ICT Undip Tembalang. Workshop ini digelar Undip dan Direktorat Gizi Masyarakat Ditjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan.

“Penanganan stunting dari sektor kesehatan saja tidak cukup, sehingga kita perlu melibatkan banyak sektor. Di internal kami sendiri, di Undip, sedang mengatasi persoalan stunting ini dari berbagai disiplin ilmu,” terang Budiyono

Dia juga menerangkan, budaya yang dijalani masyarakat kadang ikut berperan melahirkan kasus stunting.

“Selain dari segi kesehatan, dari segi budaya juga mempengaruhi. Seperti misalnya ibu hamil biasanya memiliki pantangan-pantangan untuk tidak makan makanan tertentu. Nah, bisa jadi malah menyebabkan kekurangan nutrisi bagi bayi yang dikandung. Selain itu ada tren saat ini bahwa remaja putri untuk menjaga body image dengan menjaga pola makan tertentu, supaya kurus. Apabila tidak memiliki pengetahuan tentang apa yang harus dikonsumsi, nantinya ketika memasuki usia perkawinan bahkan hamil dan melahirkan itu kekurangan gizi, maka akan berimbas pada janin, sehingga ukurannya kecil, panjangnya kurang dan beratnya dibawah 2,5kg. Belum lagi setelah lahir asupannya kurang,” katanya.

Baca Juga:  Dicap HTI, Keluarga Guru Besar Undip Rasakan Dampaknya

Budiyono juga mengungkapkan, politik anggaran di tingkat desa apalagi di tingkat kabupaten atau kota sangat perlu. Politik kesehatan itu penting. Dia melihat dana desa mestinya harus mencakup penanganan stunting. Pihaknya siap bila harus mendampingi pembuatan peraturannya.

“Untuk itu dalam workshop yang bekerja sama dengan kemenkes RI ini kami mengundang dari berbagai fakultas untuk bisa menyamakan persepsi, sehingga ketika kita melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat mengenai stunting dapat saling melengkapi,” tambahnya.

Budiyono juga mengungkapkan bahwa FKM Undip sudah melakukan beberapa hal dalam mengatasi stunting seperti penelitian serta pendampingan ibu hamil hingga melahirkan. Saat ini pihaknya sedang melakukan pendampingan di Kabupaten Demak, setelah sebelumnya dilakukan di Kabupaten Brebes.

Baca Juga:  Mahasiswa FEB Undip Raih Prestasi di Brunei

“Artinya masalah gizi, masalah stunting ini, kami sudah bekerja sama dengan daerah dari perencanaannya hingga implementasi, juga evaluasinya termasuk pendampingan capacity building kepada petugas kesehatan terkait dengan gizi, pola makan, dan juga faktor lingkungan terkait dengan stunting,” tambahnya.

Rektor Undip Prof Yos Johan Utama menegaskan, stunting merupakan masalah bangsa sehingga segala sektor perlu turun tangan untuk terlibat di dalamnya, Undip sendiri sudah melibatkan seluruh fakultas yang ada untuk memberikan yang terbaik dalam mengatasi permasalahan bangsa.

“Undip sendiri sudah mengalokasikan Rp 43 miliar dana penelitian yang dapat dimanfaatkan oleh para peneliti, sehinga dapat menghasilkan solusi terbaik dalam mengatasi stunting,” ujarnya.(nug)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of