Pengajuan Dispensasi Tinggi, Jateng Antisipasi Pernikahan Dini

0
Ilustrasi. Foto: Antara

Oleh: Agus Susilo

Semaranginside.com, Semarang – Jawa Tengah fokus melakukan antisipasi pernikahan dini. Alasannya, pernikahan dini menjadi salah satu faktor masih cukup tingginya angka stunting di Jawa Tengah.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah sekaligus istri Gubernur Ganar Pranowo, Siti Atikoh mengatakan stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak, sampai saat ini masih jadi masalah serius di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Penyakit yang biasanya baru diketahui dua tahun setelahnya tersebut disebabkan kekurangan gizi saat di dalam kandungan atau pada 100 hari pertama setekah lahir.

Menururtnya, stunting dan pernikahan dini erat kaitannya. Kekurangan gizi pada janin bukan hanya karena faktor ekonomi tapi juga pengetahuan kedua orang tuanya.

“Stunting itu baru diketahui setelah dua tahun. Penyebab secara medis diketahui dari kandungan. Biasanya terjadi anemia. Tantangan PKK ya memberikan sosialisasi soal pola asuh, ketersediaan gizi keluarga, kualitas makanan,” kata Atikoh, Kamis (18/7).

Baca Juga:  BJ Habibie Meninggal, Kabar Hoaks

Sesuai catatan Pengadilan Tinggi Jawa Tengah di sepanjang tahun 2016, ada 30.128 anak yang diajukan memperoleh dispensasi menikah di bawah umur oleh orang tuanya pada Pengadilan Agama. Dari jumlah 30.128 permohonan itu, sekitar 2.000 diantaranya disetujui. Sisanya sekitar 28.000-an berujung pada pernikahan siri atau menuakan usia anak agar lolos aturan.

Dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, Grobogan dan Demak menjadi yang paling banyak permohonan dispensasinya. Ada 202 anak di Kabupaten Grobogan dan 67 anak di Demak.

Sebagai langkah pencegahan, Tim PKK Jawa Tengah terus menyosialisasikan pengetahuan tentang gizi dan pola pendidikan bagi orangtua khususnya calon orang tua.

Baca Juga:  Setelah Gerbang Roboh, Ganjar Temui Ribuan Mahasiswa

Sosialisasi dilakukan melalui seminar maupun pertemuan ibu-ibu PKK hingga tingkat RT maupun RW.

“Untuk mencegah stunting, PKK menyiapkan remaja putri dengan pengetahuan tentang keluarga agar tidak menikah usia dini. Kita berkali-kali menyampaikan kepada para remaja putri. Kejarlah cita-citamu sebelum baju pengantinmu. Jangan takut dibilang jomblo,” ujarnya.

Ditambahkan, selain stunting, menekan angka kematian ibu (AKI) hamil dan bayi baru lahir, juga menjadi perhatian khusus TP PKK Provinsi Jawa Tengah bersama TP PKK kota dan kabupaten. Parenting pun menjadi unggulan TP PKK Provinsi Jateng, mulai dari mengedukasi selama masa mengandung, pola asuh anak, hingga anak masuk sekolah. Penyiapan menjadi orangtua menjadi lebih penting. (ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of