Pengamat: Komunikasi Prabowo Lebih Baik Dibanding Jokowi

0
Prabowo-Sandi. (Foto ; poskotanews.com)

Oleh : Ahmad Z.R. |

KPU mengatur agar dalam debat tidak menyerang pribadi ataupun institusi. Hal ini yang menjadi kemenangan Prabowo dalam debat perdana.

semaranginside.com, Jakarta — Pengamat politik Universitas Indonesia Effendi Ghazali memberikan penilaian terhadap performa kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden pada debat perdana Kamis (17/1) lalu di Hotel Bidakara, Jakarta Pusat.

Menurut Effendi, Jokowi lebih unggul 7,3 dari lawannya Prabowo Subianto sebesar 6,7 terkait program kerja. Sedangkan untuk penguasaan masalah, Jokowi hanya menang tipis 7,1 dan Prabowo 7,0. Data tersebut, kata Effendi, merupakan hasil penelitian dan pengembangan (Litbang) Kompas secara nasional.

Baca Juga:  BPN: Kesetaraan Pendidikan Bagi Penyandang Disabilitas

“Tapi kalau komunikasi, malah Prabowo-Sandi menang. 7,2 melawan 7,0. Jadi, menurut polling Litbang Kompas dari 34 Provinsi, komunikasi Prabowo-Sandi menang. Dan saya setuju itu,” ujar Effendi kepada Indonesiainside.id, saat dihubungi, Minggu (20/1).

Effendi menjelaskan, faktor komunikasi yang bagus dari paslon 02 merupakan perpaduan komunikasi Sandi yang lebih gemilang dibandingkan rivalnya Kyai Ma’ruf Amin. Ditambah, Prabowo terlihat menahan diri untuk tidak menyerang dan mematahkan opini yang selama ini terbentuk bahwa Mantan Danjen Kopassus itu dianggap emosional, mudah tersinggung.

“Jadi, berbeda dari anggapan yang mengatakan bahwa emosi Prabowo masih labil,” katanya.

Baca Juga:  Ribuan Warga Wamena Ngungsi karena Teror KNPB dan KKB

Sedangkan petahana yang lebih mendominasi menyerang dalam debat, Effendi melihat hal tersebut merupakan suatu keanehan. Pasalnya, dengan kurun waktu memimpin Indonesia selama empat tahun, seharusnya Jokowi mampu memaparkan 40% pencapaiannya, 40% gagasan yang akan dilanjutkan dan 20% untuk porsi humor ataupun menyerang.

“Serangan Pak Jokowi soal dituduh ada perlakuan diskriminatif kepada kepala daerah yang tidak mendukungnya dan dia menyerang balik dengan kasus Ratna Sarumpaet, itu yang menurut saya serangannya bagus. Yang lain biasa saja,” ujar dia. (TA/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of