Pengamat : Penangkapan Rommy karena KPK Tak Bisa Diintervensi

0

Oleh : Eko P |

Semaranginside.com, Jakarta — Pernyataan Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G. Plate bahwa penangkapan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy menjadi bukti Presiden Joko Widodo tidak tebang pilih terkait penegakan hukum di Indonesia patut dipertanyakan kebenarannya.

“Bingung kalo ada yang bilang bahwa penangkapan ketua Parpol oleh KPK menandakan Jokowi tidak tebang pilih,” ujar pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, Jumat (15/3).

Karena, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak bisa dintervensi dalam menangani sebuah perkara.

Baca Juga:  Kisruh Golkar Berujung Kecaman Pada Airlangga

“Ini keliru, Jokowi kan gak pernah intervensi KPK, jadi ini (penangkapan Rommy) murni KPK bukan karena Jokowi tidak tebang pilih,” tegasnya.

Selain Nasdem, Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Rian Ernest juga menyatakan hal serupa.

Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Romahurmuziy menurutnya membuktikan pemerintahan Presiden Jokow Widodo tidak tebang pilih.

“Penegakan hukum dan pemberantasan korupsi berjalan baik di negara ini. Jauh dari tebang pilih,” ujarnya.

Ketua Umum KPK Agus Rahardjo sebelumnya telah mengonfirmasi adanya OTT di Jawa Timur.

Baca Juga:  Deindustrialisasi dan Pemerataan Kesempatan Kerja Jadi Tantangan Baru

“Betul ada giat KPK di Jatim. Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan oleh KPK bertempat di Polda Jatim. Statusnya akan ditentukan sesuai KUHAP setelah selesai pemeriksaan. Tunggu konpers lanjutannya di KPK nanti malam/besok pagi,” ungkap Agus dalam keterangannya kepada media tadi pagi. (Aza/INI Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of