Penyelewengan Bankeu, Kejati Akan Periksa Kader PDIP dan CEO PSIS

0
Yoyok Sukawi. Foto: Football5star

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Semarang – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah (Jateng) akan memanggil Ketua Komisi C dan E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng periode 2014-2019 untuk pendalaman kasus dugaan korupsi Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemprov Jawa Tengah 2018. Ketua DPRD Jateng 2014-2019, Rukma Setyabudi juga sudah memenuhi panggilan sebagai saksi beberapa waktu lalu.

Di periode itu, Ketua Komisi C dijabat oleh Asfirla Harisanto yang berasal dari Fraksi PDIP. Sementara Ketua Komisi E dijabat oleh AS Sukawijaya (Yoyok Sukawi) yang merupakan Sekretaris DPD Partai Demokrat Jateng. Yoyok saat ini juga menjabat sebagai CEO klub sepakbola PSIS Semarang.

Baca Juga:  Final PSM vs Persija 6 Agustus, 5.000 Polisi Amankan Laga

Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, I Ketut Sumedana mengatakan sudah lebih dari 100 saksi yang telah diperiksa terkait kasus yang terjadi di Kendal dan Pekalongan itu.

“Banprov (Bantuan Provinsi) ini kita lagi optimalkan pemeriksaan saksi terutama yang kemarin tidak ada. Mudah-mudahan Senin, Selasa, Rabu pekan depan bisa dilakukan pemanggilan,” kata Ketut, Jumat (20/9).

Pemanggilan akan dilakukan terhadap badan anggaran, yaitu Ketua Komisi C dan E. Sedangkan dari eksekutif yang akan dipanggil adalah Sekda.Ketut menegaskan, nama-nama yang dipanggil adalah pejabat yang menjabat hingga 2019.

Baca Juga:  Kisah Sukses Pasien Operasi Pengecilan Lambung

“Yang kami panggil adalah yang periode jabatannya sampai 2019,” tuturnya.

Rencananya Kejati akan memanggil semua anggota Banggar DPRD 2014-2019. Total, jumlah anggota Banggar di periode itu 45 orang. Ketua Banggar Rukma Setyabudi telah dipanggil.

Sebelumnya, Kejati Jateng mengendus dugaan korupsi pada bidang pendidikan yang terjadi di Kendal dan Pekalongan dengan modus pembelian komputer yang tidak sesuai spesifikasi dan harga yang tidak sesuai harga pasaran. Akibatnya, negara dirugikan Rp 8,2 miliar.

Hingga saat ini, Kejati telah menetapkan empat tersangka sudah ditetapkan, yaitu dua pejabat pembuat komitmen dan dua penyedia barang.

(Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of