Penyelewengan Bankeu Rp 7,5 Miliar, Ganjar Benarkan Staf Pemprov Dipanggil Kejaksaan

0
Gubernur Ganjar Pranowo. Foto:Ade Llukmono/Semaranginside.com

Oleh: Agus Susilo

Semaranginside.com, Semarang – Penyelidikan dugaan penyelewengan dana Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi pada kabupaten/kota di Jawa Tengah terus berlanjut. Gubernur jawa Tengah membenarkan sudah ada pegawai Pemprov yang dipanggil Kejati Jateng untuk dimintai keterangan.

Gubernur tak menjelaskan siapa saja yang dipanggil tersebut. Namun pada wartawan ia memastikan tak ada pegawai Pemprov yang melakukan korupsi atau menerima gratifikasi.

“Sudah dipanggil. Kami juga sudah cek di seluruh tingkatan pemerintahan di Pemprov tak ada (korupsi/gratifikasi). Satu pun tak ada yang menerima,” kata Ganjar usai menghadiri pelantikan DPRD Jawa Tengah, Selasa (3/9).

Baca Juga:  Over Dominasi BUMN Dinilai Jadi Hambatan Investasi Asing

Dugaan penyelewengan dana Banprov itu diendus Kejati Jateng terjadi di di Kabupaten Kendal dan Pekalongan merugikan negara hingga Rp 7,5 miliar. Dugaan penyelewengan tersebut terkait pembelian fasilitas pendidikan berupa laptop yaitu spesifikasi software dan hardware tidak sesuai atau harga di atas harga pasar.

Selanjutnya Ganjar mengatakan dalam pelaksanaan anggaran bankeu menggunakan e-katalog. Jika ada kesalahan di e-Katalog, lanjutnya, itu bukan kewenangan di Pemprov namun di LKPP atau di pusat.

Menurutnya, Saat ini yang paling krusial adalah adakah unsur kerugian atau korupsi atau gratifikasi. Selanjutnya siapa yang menerima.

Baca Juga:  Ini Daftar 40 Capim KPK Lolos Tes Psikologi, Basaria Kandas

Nah, ia mendorong pada Kejaksaan Tinggi untuk terus mengembangkan kasus ini. Pemprov siap membantu untuk membongkar bersama-sama.

“Sekarang tinggal ditunjukkan siapa yang berpotensi menerima (gratifikasi/korupsi). Kalau di belakang pemenang (lelang) kemudian memberikan pada seseorang maka tangkap saja. Kalau perlu kasih tahu pada saya tak pecate (akan saya pecat) jika itu orang Pemprov,” tandasnya.

Kasus dugaan penyelewengan Bankeu ini dipastikannya tak akan mempengaruhi alokasi Bankeu pada tahun depan. (Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of