Perguruan Tinggi, Gerbong Terakhir Tangkal Radikalisme

0
Suasana diskusi pimpinan UIN Walisongo dengan DPD. Foto : walisongo.ac.id

Oleh : Nugroho

Semaranginside.com, Semarang – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Akhmad Muqowam berpendapat bahwa gerbong terahir untuk menangkal paham radikalisme adalah perguruan tinggi.

“Perguruan tinggi diharapkan mampu jadi filter yang selektif saat melakukan perekrutan mahasiswa baru. Harus betul-betul diamati dari lulusan sekolah mana dan dari cara berpakaiannya. Bahkan bisa juga dilihat dari organisasi ekstranya,” ungkap Muqowam pada diskusi dengan Pimpinan UIN Walisongo Semarang di Ruang Sidang Biro lantai 3 Gedung Rektorat Kampus I yang mengusung tema Upaya dan Pencegahan Paham Radikalisme di Perguruan Tinggi.

Baca Juga:  UIN Walisongo Raih Tujuh Medali di Pionir 2019

Dia juga menegaskan, pencegahan paham radikalisme berbasis agama itu harus dimulai dari pembentukan pola pikir yang itu bisa diawali melalui dunia pendidikan islam, khususnya perguruan tinggi islam di bawah Kementerian Agama. Sebab pencegahan paham radikalisme paling tepat adalah melalui pola kerja sama pemerintah dengan Perguruan Tinggi Islam.

“Untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan Indonesia jangan sampai ideologi Pancasila tergerus dengan ideologi yang lain,” pungkas Muqowam dikutip dari situs resmi UIN Walisongo, Jumat (9/8).

Rektor UIN Walisongo Prof Dr H Imam Taufiq MAg menyatakan akan bertindak dan berupaya maksimal untuk mencegah radikalisme masuk di UIN Walisongo Semarang.

Baca Juga:  Ratusan Mahasiswa UIN Walisongo Demo

“Saya sangat setuju dengan upaya DPD RI. Untuk melawan radikalisme kampus, kami memang harus aktif dalam beraksi. Menyatakan sikap menolak radikalisme saja belum cukup,” ujar Imam. pada acara yang digelar kemarin.

“Kalau radikal itu aliran dan pemikirannya tidak sejalan dengan Pancasila, paham radikalisme ini akan jadi momok berbahaya bagi persatuan dan kesatuan Indonesia. Maka dari itu, seluruh pimpinan UIN Walisongo Semarang berkomitmen dan berupaya keras melakukan pencegahan-pencegahan bibit radikalisme di kampus” imbuhnya.(nug)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of