Perizinan Sulit, Kampanye Prabowo di Semarang Terancam Batal

0
Juru Bicara Badan Pemenangan Daerah Pasangan Capres Prabowo Subianto dan Cawapres Sandiaga Uno di Jawa Tengah, Sriyanto Saputro.

Oleh: Agus Susilo

Semaranginside.com, Semarang – Lima hari menjelang kampanye Capres Prabowo Subianto di Kota Semarang, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Jawa Tengah Prabowo-Sandi belum menerima jawaban atas pengajuan izin lokasi. Lokasi kampanye yang diajukan di Lapangan Simpang Lima Kota Semarang dan GOR Jatidiri Kota Semarang.

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi Jawa Tengah Sriyanto Saputro mengatakan pengajuan izin penggunaan Lapangan Simpang Lima sudah diajukan ke Pemkot Semarang sementara izin penggunaan Gor Jatidiri diajukan ke Pemprov Jateng. Kampanye Prabowo di Semarang rencananya diselenggarakan di 11 April 2019.

“Permohonan izin sudah kami ajukan ke Pemkot dan Pemprov. Tapi sampai saat ini belum menerima jawaban,” kata Sriyanto Saputro, Sabtu (6/4).

Sesuai ketentuan KPU Kota Semarang, Lapangan Simpang Lima tidak termasuk lokasi yang diperbolehkan untuk menggelar kampanye terbuka. Sriyanto mengatakan KPU Kota Semarang menggunakan cantolan hukum dari aturan Wali Kota Semarang yang melarangnya.

Baca Juga:  Giliran Bupati Lampung Kena OTT KPK

Sesuai klausulnya, KPU mengizinkan semua lokasi digunakan untuk kampanye asalkan memperoleh izin dari pemilik atau pengelola. Sebagai tambahan informasi, pada Pilpres tahun-tahun sebelumya, Simpang Lima selalu menjadi lokasi kampanye karena letaknya yang strategis.

Mengapa BPN Jateng tetap menginginkan Lapangan Kota Semarang untuk kampanye terbuka, lanjutnya, lantaran hanya ada beberapa lapangan terbuka yang representatif untuk menggelar kampanye terbuka di Semarang. Kapasitas dan lokasi parkir menjadi pertimbangan utamanya. Selain keduanya, masih ada GOR Diponegoro Kota Semarang namun dinilai tak memadai untuk lokasi parkirnya. Maka BPN Jawa Tengah khawatir jika nanti kampanye justru akan menimbulkan kemacetan dan mengganggu pengguna jalan.

“Kampanye itu kan tidak sekadar gerudak-geruduk datang ke lokasi. Tapi kan juga harus mendengarkan orasi dan arahan Pak Prabowo. Di GOR Diponegoro kurang memadai, jangan sampai nanti malah macet dan mengganggu masyarakat,” ujar Sriyanto yang juga menjabat sebagai anggota Komisi A DPRD Jateng ini.

Baca Juga:  Sesal Suap Rp750 Juta ke Bupati Kudus

Maka, lanjutnya, ia meminta permohonan izin lokasi itu dikabulkan. Prioritas di Simpang Lima dan jika tidak maka boleh menggunakan Jatidiri.

Jika kedua tempat itu tak diperbolehkan, masih katanya, bisa jadi kampanye terbuka Prabowo batal di Kota Semarang. Alasannya, BPN tak ingin mengganggu masyarakat karena lokasi tak representatif.

“Kalau seumpama kampanye Pak Prabowo di Semarang Batal maka kami minta maaf pada masyarakat dan relawan. Tapi kami tetap lebih dahulu berusaha mendapatkan lokasi yang representatif,” kata Sekretaris DPD Partai Gerindra Jateng ini. (Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of