Perpustakaan Unika Gunakan Teknologi VR

0
Romo Aloysius Budi Purnomo Pr sedang mencoba menggunakan alat VR Library disaksikan Rektor Unika Soegijapranata Ridwan Sanjaya. Foto unika.ac.id

Oleh : Nugroho

Semaranginside.com, Semarang – Kepala Perpustakaan Unika Soegijapranata Rikarda Ratih Saptaastuti mengungkapkan dimulainya penggunaan media literasi digital Virtual Reality (VR) di perpustakaan kampus tersebut. Penggunaan media VR tersebut baru kali pertama di tingkat provinsi bahkan di tingkat nasional.

“Dalam rangka layanan perpustakaan yang mendukung proses kegiatan pembelajaran di Unika Soegijapranata, maka Perpustakaan Unika memiliki layanan baru yaitu Studio Pembelajaran Digital atau disingkat Speda.  Fasilitas Speda ini bisa digunakan untuk membuat konten-konten pembelajaran dalam bentuk audiovisual yang bisa ditayangkan di aplikasi Massive Open Online Course (MOOC) Unika dan juga bisa ditayangkan dalam kegiatan E- Learning,” jelas Ratih dikutip dari situs resmi Unika.

Menurutnya, sekarang para dosen dapat membuat materi pembelajaran yang berbeda dengan metode sebelumnya, seperti misalnya penggunaan power point, Pdf, dan tercetak, yaitu dengan dibantu oleh petugas perpustakaan dalam membuat konten digital di ruang Speda yang nanti hasilnya bisa diakses oleh mahasiswa.

“Para mahasiswa tentu akan semakin antusias dan tertarik dengan penggunaan konten pembelajaran yang berbeda dan itu tentunya akan membuat mahasiswa akan lebih semangat belajar karena mereka bisa mengulang-ulang pembelajarannya dari konten digital yang diberikan oleh dosen,” lanjutnya.

Baca Juga:  Negara Harus Melindungi Hak-Hak Masyarakat

Selain itu, di Perpustakaan Unika juga ada layanan baru lagi yaitu Augmented Reality Library (AR Library), serta Virtual Reality Library (VR Library) yang akan mengakomodir kebutuhan informasi para mahasiswa di era milenial dan distruptif  saat ini. Pengembangan konten atau layanan yang memang mengakomodir kebutuhan milenial itu diharapkan dapat mengubah perpustakaan menjadi tempat belajar yang asyik.

“Kami menyediakan layanan photobooth 3D untuk civitas akademika supaya perpustakaan menjadi tempat yang mengasyikkan juga untuk belajar dan sarana rekreatif,” terangnya.

Rektor Unika Soegijapranata Prof Ridwan Sanjaya mengapresiasi inovasi yang dilakukan Perpustakaan Unika melalui media yang sesuai dengan kebutuhan media pembelajaran yang kekinian saat ini.

“Perpustakaan Unika sejak 2013 mulai mengubah paradigmanya. Dari yang sebelumnya hanya transaksi pinjam meminjam buku sudah berubah dengan cara yang pertama yaitu menciptakan fungsi para pustakawan itu tidak hanya di belakang meja yang menyediakan buku tetapi sudah menjadi mitra bagi mahasiswa dan dosen untuk menulis serta merujuk dengan benar,” tutur Prof Ridwan.

Baca Juga:  Dua Mahasiswa Unika Raih Best Paper

Selain itu perpustakaan saat ini juga sudah mulai berubah menjadi pemicu atau pendorong untuk terciptanya konten-konten lokal. Dan perpustakaan Unika telah menyediakan fasilitas ruang Speda untuk memproduksi atau menghasilkan konten-konten lokal.

“Ada pula inovasi lain yaitu penggunaan Virtual Reality Library (VR Library), yang dimaknai sebagai penggunaan suatu ruang yang luas dan bisa dieksplorasi menggunakan perangkat gadget kacamata Virtual Reality. Dan harapannya dengan menggunakan perangkat VR Library ini para mahasiswa dapat memahami isi dari buku kemudian bisa meminjam buku tersebut. Disamping itu, dengan perangkat VR Library pengguna layanan perpustakaan juga bisa tidak harus berada di dalam ruangan perpustakaan namun bisa melakukan peminjaman dari luar setelah melihat ilustrasi yang ada,” terangnya.

Lebih lanjut Ridwan juga menjelaskan penggunaan Augmented Reality Library yang memungkinkan pengguna perpustakaan untuk melihat isi buku yang didisplay di perpustakaan, dengan menggunakan aplikasi di perpustakaan sehingga pengguna bisa mendengar dan melihat isi dari buku yang sedang disorot oleh perangkat keras gadget tadi.(nug)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of