Pesanan dari Cina Meningkat, Pengusaha Mebel Butuh Kawasan Khusus

0

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Semarang – Seiring dengan bertambah banyaknya permintaan furniture dari Cina, kalangan pengusaha mebel di kawasan Semarang Raya menginginkan adanya satu kawasan berikat khusus untuk industri kayu di Jawa Tengah.

Penasihat Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Semarang Raya Wiradadi Soeprayogo mengatakan, Jawa Tengah butuh setidaknya satu kawasan berikat khusus kayu. Pasalnya, industri kayu merupakan penyumbang eskpor terbesar kedua se Jawa Tengah.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) ekspor kayu di Jateng semester pertama tahun 2109 sebesar US$ 442,69 juta hanya kalah dari tekstil sebesar US$ 1.010,02 juta.

Baca Juga:  Suhu Udara 50℃ dalam 3 Hari ke Depan, Ini Penjelasan BMKG

“Kami terus terang dari pengusaha mebel sangat butuh adanya kawasan, tanpa ada industri lain di dalamnya,” kata Wiradadi, Jumat (30/8).

Dia menambahkan, untuk membuat satu kawasan berikat khusus kayu membutuhkan lahan seluas 110 hektare untuk menampung puluhan industri kayu yang akan bergabung. Untuk itu, pihaknya meminta pemerintah untuk menyediakan kawasan khusus kayu tersebut.

Menurutnya, daerah yang sangat tepat dibangun kawasan berikat khusus kayu yakni di Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan. Alasan dipilihnya Kecamatan Gubug, karena daerah tersebut dekat dengan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang serta bahan baku kayu dari Blora, Jepara, Sragen dan Pacitan.

Baca Juga:  Partisipasi Masyarakat Lebihi 80 Persen

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of