Pilpres 2019 Timbulkan Komplikasi Politik

0
Pelipatan kertas suara Pilpres 2019. Foto: Antara

Oleh: Rudi Hasan

Semaranginside.com, Jakarta – Pemilihan Presiden 2019 dianggap menimbulkan ekses negatif. Salah satunya yakni komplikasi politik. Direktur Eksekutif Indobarometer Muhammad Qodari menyebut komplikasi ini muncul dalam jangka waktu antara penetapan presiden terpilih dan pelantikan.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan Jokowi-Ma’ruf menjadi pemenang pemilu pada 30 Juni 2019 dan tiga bulan setelahnya baru dilakukan pelantikan.

“Selama tiga bulan itu, orang berkelahi terus di media sosial. Seolah pemilunya belum selesai,” ujar Qodari di Gado-Gado Boplo, Jakarta, Sabtu, (12/10).

Baca Juga:  Cara Kerja "Robot" Politik Pengaruhi Opini Publik

Qodari menilai hal ini harus menjadi evaluasi. Terutama jika penyelenggara hendak melakukan pemilu serentak selanjutnya. Sebab pada 2014, jarak antara penetapan dan pelantikan hanya dua bulan saja.

Saran Qodari, agar pemilu presiden dan legislatif dipisah. Sebab dicampurnya dua jenis pemilihan ini menyebabkan lamanya jeda antara penetapan dan pelantikan.

Dia menyebutkan kelemahan Pemilu 2019 tak boleh terulang. Karena masa saat ini seluruh kehidupan masyarakat disokong teknologi. Dan hal ini yang menyebabkan perseteruan semakin nyata.

Baca Juga:  Soal Visi Misi Paslon, KPU Mestinya Seperti Panitia Pernikahan

Contohnya sudah ada, yakni saling olok di media sosial. Semua pihak diminta memikirkan hal tersebut. “Alam pikiran, opini publik serta dinamika politik sangat dipengaruhi media sosial itu,” ucap Qodari.

(Aza/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of