Pindah dari Jakarta, Iwan Fals Usul Nama Calon Ibu Kota Baru Nanti

0
Iwan Fals. Foto: Istimewa

Oleh: Suandri Ansah

Semaranginside.com Jakarta — Musisi senior Iwan Fals turut mengomentari wacana pemerintah yang ingin memindahkan ibu kota. Sejauh ini, lokasi calon ibu kota baru mengerucut ke Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur dan Kabupaten Gunung Mas di Kalimantan Tengah.

Melalui akun twitternya, penembang lagu-lagu yang bernuansa kritik sosial politik ini mengatakan selayaknya pembangunan ibu kota baru nantinya tetap menjaga kelestarian alam. “Pindah Ibu Kota tapi gak ngerusak hutan, itu baru kereeennn..” cuitnya dikutip Ahad (12/5).

Menurut Iwan, pemerintah sebaiknya memilih saja kota-kota di Indonesia yang sudah terbangun. Kota itu tentu saja yang bebas dari banjir, gempa, dan minim bencana lain.

Baca Juga:  Lima Kali Dipanggil, KPK Akhirnya Tahan Bupati Jepara

“Nah dikembangin deh, ditata yg rapi, sederhana, sesuai kebutuhan, gak berlebihan, lalu dijadikan Ibu dah, toh sekarang ini semuanya serba komputer,” tulisnya.

Tak hanya itu, Iwan juga mengusulkan nama untuk ibu kota yang baru. Dia melontarkan ide agar ibu kota itu diberi nama ‘Ibu Baru’. “Oh ya sy usul ya, nama ibukotanya “IBUBARU”, hehe oke kan, gimana…,” cuitnya.

Pada Rabu (8/5) kemari Presiden Joko Widodo meninjau dari udara lokasi calon ibu kota baru, di Kelurahan Tumbang Talaken, Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah. Menurutunya wilayah ini sudah siap dari sisi keluasan.

Baca Juga:  Tak Hadiri Rapat Paripurna, Nama Anggota DPRD Jateng Akan Diumumkan

“Mau minta 300.000 hektare siap di sini, kurang masih tambah lagi juga siap,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan di lokasi peninjauan dikutip laman Setkab.

Namun soal kelayakan, Jokowi menjelaskan, saat ini masih dalam kalkulasi, masih dalam kajian, masih dalam hitung-hitungan semuanya karena aspeknya kan banyak sekali.

“Sekali lagi ini menyangkut aspek yang tidak satu dua. Urusan banjir mungkin di sini tidak, ya kan. Urusan gempa di sini tidak. Tapi apa, kesiapan infrastruktur harus dimulai dari nol lagi, ya kan. Itu juga salah satu pertimbangan-pertimbangan masalah sosial politiknya, masalah sosiologi masyarakatnya, semuanya, semuanya dilihat semuanya,” ujarnya. (*/Ags/Dry/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of