PKS Jateng Ajak Tingkatkan Ekonomi Rakyat Melalui Batik

0
Sekertaris Fraksi PKS DPRD Jawa Tengah Riyono. Foto: PKS Jateng
Semaranginside.com, Semarang – Sembilan tahun silam, tepat tanggal 2 Oktober, batik diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia nonbendawi dari Indonesia. Maka, saat ini harus dilakukan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui batik.
Sekertaris Fraksi PKS DPRD Jawa Tengah Riyono mengatakan bahwa dari sekian kekayaan khazanah budaya batik Nusantara di Republik Indonesia, Jawa Tengah termasuk yang terbesar. Seperti yang kita ketahui Jawa Tengah memiliki dua sentral penghasil batik terbesar di pulau Jawa.

Baca Juga:  Ini 120 Nama Caleg Terpilih DPRD Jateng yang Ditetapkan KPU

“Kita punya sentral batik di Pekalongan dan Solo, bahkan ada juga kampung batik di Rembang dan Kota Semarang.” Ujarnya, Rabu (2/10).

Riyono juga memandang bahwa batik sebagai fashion juga harus berefek pada ekonomi kerakyatan

“Yang terpenting adalah batik dapat menghidupkan gairah ekonomi rakyat. Dulu batik dianggap pakaian mahal karena kerumitan pembuatan dan citarasa seninya. Tapi sekarang kan batik lebih variatif, sehingga dapat dijangkau oleh semua kalangan.” pungkasnya.

Tren berbusana batik memang sedang menggeliat beberapa tahun ke belakang.  Dari presiden hingga pamong desa, juga artis hingga ibu rumah tangga. Bati kjuga tak hanya disenangi di dalam negeri tapi juga merambah dunia internasional.

Baca Juga:  Unicorn E-commerce Dinilai Ikut Picu Gejolak Rupiah

Berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian (Kemenperin),  ekspor dari industri batik sepanjang semester I 2019 mencapai US$ 17,99 juta atau sekitar Rp 253 miliar. Sepanjang tahun lalu, ekspor batik mencapai US$ 52,4 juta atau sekitar Rp 747 miliar.

(Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of