PM Inggris Theresa May Mundur

0
Theresa May (Daily Express)

Oleh: Nurcholis |

Semaranginside.com, Jakarta—Theresa May  pada Jumat mengumumkan mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Konservatif sekaligus perdana menteri Inggris pada 7 Juni mendatang. Pengumumannya pengunduran diiringi tangisan ini, memicu persaingan perdana menteri baru yang harus berusaha memecahkan kebuntuan atas keluarnya Inggris dari Uni Eropa..

Dalam pernyataan tertulis di depan kediaman resminya Downing Street di pusat Kota London, ia menyampaikan beberapa hal.

“Sejak pertama kali saya melangkahkan kaki di pintu belakang saya sebagai perdana menteri, saya telah berupaya menjadikan Inggris sebagai sebuah negara yang tidak hanya bekerja untuk segelintir orang istimewa saja, melainkan untuk semua orang.

“Dan untuk menghormati hasil referendum Uni Eropa. Pada 2016, kami memberi pilihan kepada rakyat Inggris. Berbeda dengan prediksi, rakyat Inggris memilih untuk meninggalkan Uni Eropa,” ujarnya dikutip Reuters.

“Hari ini saya yakin sama seperti yang saya lakukan tiga tahun lalu bahwa dalam sebuah demokrasi, jika Anda memberikan pilihan kepada rakyat Anda harus menjalankan apa yang mereka putuskan. Saya sudah melakukan yang terbaik untuk itu,” tamabahnya.

Baca Juga:  Kegemaran Unik Capres-Cawapres (Bagian 2)

“Saya merundingkan persyaratan Brexit dan hubungan baru dengan tetangga terdekat kami yang melindungi pekerjaan dan keamanan kami serta Uni.”

“Saya telah melakukan semua semampu saya untuk meyakinkan Anggota Parlemen agar mendukung kesepakatan itu. Sayangnya, saya belum berhasil melakukannya. Saya sudah mencoba sebanyak tiga kali. Saya yakin benar untuk bertahan, bahkan saat peluang untuk sukses semakin kecil.”

“Ini telah dan akan selalu menjadi penyesalan terdalam saya karena saya belum bisa menyelesaikan proses Brexit (Inggris keluar dari Uni Eropa),” kata May dalam pidato di depan rumah dinasnya di Downing Street, Jumat (24/5) pagi dengan suara parau dan wajah muram.

Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt pada Kamis mengatakan bahwa Theresa May masih menjabat sebagai perdana menteri saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan lawatan ke Inggris awal Juni.

Baca Juga:  Update Pileg DPRD Jateng, Daftar 120 Nama Caleg dan Parpol Pemenangnya

“Theresa May masih sebagai perdana menteri untuk menyambut kedatangan Trump, dan memang demikian,” kata Hunt ketika ditanya wartawan mengenai siapa yang akan menjadi perdana menteri saat Trump memulai kunjungan resmi  ke Inggris pada 3 Juni.

May mendapat tekanan yang intens untuk menyebutkan tanggal pengunduran dirinya setelah upaya terakhirnya untuk mencari jalan keluar Brexit di parlemen gagal.

Hasil pemilihan pemimpin baru Partai Konservatif untuk menggantikan Theresa May sebagai perdana menteri Inggris diperkirakan akan diumumkan sebelum parlemen reses dalam rangka libur musim panas, kata partai tersebut, Jumat.

May sebelumnya mengumumkan bahwa ia akan mundur sebagai pemimpin Partai Konservatif pada 7 Juni sebagai dorongan agar pemilihan untuk menggantikannya digelar.

Para petinggi Konservatif mengatakan masa pencalonan akan ditutup dalam pekan itu, mulai 10 Juni. (cak/Ags/INI-network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of