Polda Jateng Selidiki Kematian Ratusan Hiu Karimunjawa

0
Wisata dan penangkaran ikan hiu di Karimunjawa.

Oleh: Agus Susilo

Semaranginside.com, Semarang – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah telah menerima laporan matinya ratusan ikan hiu di penangkaran yang berada di Pulau Menjangan Kepulauan Karimunjawa, Jawa Tengah. Kasus ini tengah ditangani Polda Jawa Tengah dan fokus kepolisian mencari tahu apa penyebab kematian ikan yang dilindungi tersebut.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Agus Triatmaja mengatakan  pada hari Rabu (20/3) dilakukan gelar kasus yang dilaksanakan oleh Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah. “Untuk pengaduan sudah diterima. Saat ini masih dalma penyelidikan dan hari ini dilaksanakan gelar oleh Ditreskrimsus,” kata Agus pada wartawan, Rabu (20/3).

Baca Juga:  Tim Labfor Mabes Polri Belum Bisa Pastikan Penyebab Lumpuhnya Listrik Jakarta

Gelar tersebut, lanjutnya, untuk mengetahui sebab musabab matinya ratusan ikan di penangkaran. Saat ditanya perihal penyebabnya, sampai saat ini belum diketahui. “Saat ini baru diselidiki,” kata Agus.

Ikan yang mati di penangkaran milik Cun Ming, tak hanya 110 hiu, tapi juga ada ikan kambing lebar berjumlah 20 ekor, dan ikan tyger 10 ekor. Ikan-ikan itu ukurannya cukup besar karena memiliki bobot berkisar 30 Kg. Kematian ikan diketahui pada tanggal 7 Maret sekitar pukul 04.00 dan Cun Ming melaporkannya pada 10 Maret 2019.

Cun Ming mengatakan kematian hiu di penangkaran  dalam jumlah sangat besar baru kali ini terjadi. Cun Ming diketahui sudah melakukan penangkaran hiu mulai 1960 atau 59 tahun lalu. Sehingga ia mengaku telah mengetahui seluk beluk penangkaran dan habitat ikan predator tersebut.

Baca Juga:  Kenakan Baju Adat, Cantik dan Anggunya ASN Pemprov Jateng

Selama ia menangkar hiu, tidak pernah terjadi hiu mati dalam jumlah besar dan sekali waktu, sekalipun terserang penyakit bersamaan. “Saya juga belum tahu apa penyebabnya. Mengapa yang mati bisa sampai ratusan,” ujarnya.

Ia berharap laporannya segera ditindaklanjuti. Di sisi lain, ikan dan sampel air telah di bawa ke Laboratorium Jepara guna dilakukan pengujian. Tujuannya, untuk mengetahui apa penyebab utama kematian ikan-ikan yang dilindungi tersebut.

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of