Polisi Benarkan Ada Korban Tewas 22 Mei Kena Peluru Tajam

0

Oleh: Muhajir |

Semaranginside.com, Jakarta – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo membenarkan satu korban tewas dalam kericuhan Aksi 22 Mei karena tertembak peluru tajam. Ini diungkap dari hasil autopsi, ditemukan proyektil peluru tajam di tubuh korban.

“Hanya satu yang dinyatakan meninggal terkena peluru tajam, yang lainnya masih dalam proses autopsi,” ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (23/5).

Proses autopsi dilakukan di RS Polri Kramat Jati dan RACM. Autopsi masih berlangsung untuk lima korban lainnya sehingga penyebab belum dipastikan.

Baca Juga:  Soal Laporan ke Bareskrim, Sudirman Said: Ini Serangan Fitnah Musiman

“Empat jenazah diautopsi di RS Polri dan lainnya di RS berbeda,” tuturnya.

Kepolisian masih menyelidiki asal peluru tajam yang ditemukan di tubuh satu korban tersebut. Kata Dedi, personel kepolisian dan TNI tidak menggunakan senjata beramunisi peluru tajam dalam pengamanan sejak Selasa (21/5) hingga Kamis (23/5) dini hari.

Meskipun di lapangan sendiri massa menemukan peluru tajam dalam sebuah kotak peti kayu di mobil Toyota Rush milik kepolisian. (EPJ/Ags/INI-network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of