Polisi Sebut Ada 18 Perusahaan Bakar Hutan dan Lahan

0
Petugas TNI dan Polri yang tergabung dalam Satgas Karhutla Riau berusaha memadamkan kebakaran lahan di Kabupaten Pelalawan, Riau, Kamis (19/9/2019). Kencangnya angin di lokasi lahan yang terbakar membuat kebakaran cepat meluas sehingga sulit untuk dipadamkan. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/foc.

Oleh: Eko P

Semaranginside.com, Jakarta –  Sebanyak 18 perusahaan diduga sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan. Dugaan itu tengah diselidiki oleh kepolisian. Tak hanya mereka, polisi juga telah mengendus ada 118 orang yang turut berpartisipasi dalam pembakaran hutan.

penyelidikan dan satu lainnya sudah sidik atau pemeriksaan,” kata Rikwanto saat rapat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di di Palangka Raya, Kamis (19/9).

Korporasi yang sudah diperiksa, yaitu PT Palmindo Gemilang Kencana (PGK). Sedangkan tahap penyelidikan yakni, PT Mananjung Hayak Desa Natai Baru, PT Borneo Eka Sawit Tangguh, PT Sawit Graha Mineral, PT Heroes Grand Energi, PT Globalindo Investa, PT Sawit Sumber Rejo.

Baca Juga:  Polisi Tembak Polisi, Satu Tewas

Kemudian PT Globalindo Agung Lestari, PT Sejahtera Aman Selaras, PT Menteng Jaya Sawit Perkasa, PT Menara Tunggal Perkasa, PT Dinamika Alam Segar, PT Palm Mas Gemilang, PT Menteng Kencana Mas, PT Mina Padi Plantations, PT Graha Inti Jaya Pulpis, PT Duta Sawit Kalimantan, dan Globalindo Agung Lestari.

“Lahan terbakar yang diduga dilakukan 18 korporasi itu luasnya mencapai 312,83 hektare dan tersebar di berbagai wilayah,” ungkap Rikwanto.

Sementara untuk pembakaran lahan yang dilakukan perorangan, ada 118 kasus. Dari 188 kasus tersebut, 61 sedang tahap lidik, 42 sidik, 12 tahap I dan tiga tahap II.

Baca Juga:  Soal Istri Dandim Kendari, Rachel Maryam: Belum Ada Proses Hukumnya Lho

Rikwanto juga mengaku prihatin dengan pembakaran lahan yang dilakukan perorangan terkadang karena ketidaktahuan, dan kurangnya kesadaran dampak dari kabut asap terhadap kesehatan.

“Korporasi memang ada yang membakar lahan, tapi lebih banyak perorangan. Ini yang perlu diperhatikan dan harus ditanggulangi pemerintah daerah di Kalteng,” kata Rikwanto.

Rapat karhutla tindak lanjut surat keputusan (SK) Tanggap Darurat dipimpin langsung oleh Gubernur Kalteng Sugianto Sabran. Kegiatan ini juga dihadiri Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, Sekda Kalteng, perwakilan Danrem 102 Panju Panjung, serta sejumlah pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Kalteng. (EP/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of