Prabowo-Sandi Kurangi Deklarasi, Perbanyak Infiltrasi

0
Capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno. Foto : Antara

Oleh: Rudi Hasan |

Deklarasi seperti yang kerap dilakukan pendukung Jokowi–Ma’ruf dianggap tak efektif untuk merebut suara rakyat.

semaranginside.com, Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno (Prabowo–Sandi) menilai deklarasi dukungan politik bukan sesuatu yang prioritas dalam menghadapi Pilpres 2019. Saat ini, fokus tim sukses pasangan capres–cawapres nomor urut 02 adalah memperbanyak infiltrasi atau pendalaman kepada konstituen.

“Deklarasi setop. Turun ke bawah. Sekarang bukan saatnya ngelebar, tapi ngedalem,” kata Wakil Ketua BPN Prabowo–Sandi, Mardani Ali Sera, di Jakarta, Selasa (12/02/2019).

Baca Juga:  BPN: 70 Persen Data C1 Terverifikasi, Prabowo Masih Unggul

Menurut dia, bertemu langsung dengan konstituen jauh lebih efektif daripada menggelar deklarasi di sana-sini. Dengan turun langsung ke rakyat, basis dukungan jauh lebih konkret, yakni di sekitar tempat pemungutan suara (TPS) dan teritori.

Deklarasi dukungan politik, kata Mardani, tidak bisa diukur dengan jelas. Pasalnya, dalam acara-cara semacam itu, yang menemui kandidat hanya perwakilan dari satu atau beberapa komunitas, bukan rakyat banyak. Karena itu, dia tidak akan ambil pusing jika kubu petahana terus mengedepankan deklarasi dukungan politik.

Baca Juga:  Waduh, TKN Polisikan Lembaga Survei yang Menangkan Prabowo-Sandi

“Karena memang pas (waktunya) dukungan-dukungan ini. Kalau sudah lewat, ya enggak bisa,” ujar Mardani.

Seperti diketahui, kubu pasangan capres–cawapres nomor urut 01 Jokowi–Ma’ruf banyak menerima deklarasi dukungan politik dari berbagai kalangan. Di antara dukungan itu berasal dari sejumlah alumni perguruan tinggi, alumni SMA, kelompok yang mengklaim diri santri dan ulama, serta elemen lainnya. (AIJ)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of