Produksi Sepatu, Napi Lapas Kedungpane Belajar Wirausaha

0
Napi Lapas Kedungpane Semarang menjalankan industri kecil pembuatan sepatu. Foto: istimewa

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Semarang – Berada di balik jeruji besi tidak membatasi seorang narapidana untuk berkarya. Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang (Lapas Kedungpane), para narapidana atau warga binaan pemasyarakatan (WBP) juga bisa berlatih wirausaha hingga manajemen di dalam industri.

Para WBP menginisiasi sendiri untuk mengembangkan industri kecil pembuatan sepatu. Di balik jeruji besi mereka berlatih wirausaha sebagai bekal saat nantinya bisa menghirup udara bebas. Hal tersebut mendapat dukungan dari pihak Lapas dan pihak terkait lainnya.

“Selain memfasilitasi kerjasama dengan lembaga lain, Lapas juga menyediakan bengkel kerja khusus membuat sepatu,” kata Kepala Lapas Kedungpane Semarang, Dady Mulyadi, Jumat (15/11).

Baca Juga:  Ketemu di Lapas Kedungpane, Ganjar Beber Kondisi Mantan Bupati Jepara dan Sekda Kebumen
Napi Lapas Kedungpane Semarang menjalankan industri kecil pembuatan sepatu. Foto: istimewa

Lapas Kedungpane ini sejatinya berkapasitas ideal 600 napi, namun saat ini dihuni oleh sekitar lebih dari 1.900 warga binaan. Namun demikian kondisi ini tidak mematahkan semangat para napi untuk berkarya.

Dady menambahkan, upaya mencetak wirausaha-wirausaha baru ini menjadi salah satu solusi permasalahan over kapasitas tersebut. Sehingga penghuni napi nanti setelah bebas diharapkan tidak akan masuk lagi ke dalam penjara.

Di sisi lain, upaya ini juga untuk memberdayakan narapidana kasus narkoba agar bisa mengalihkan ketergantungan terhadap narkoba dengan berkegiatan yang positif.

Produk sepatu yang dihasilkan oleh para napi dengan kualitas bagus tetapi harga justru lebih murah dibanding keluaran pabrik. Jika harga sepasang sepatu produk pabrik sekitar Rp 400 ribu, maka sepatu hasil karya para napi ini dibanderol Rp 200 ribu hingga Rp 275 ribu saja.

Baca Juga:  Napi Kedungpane Semarang Kendalikan Peredaran Narkoba di Solo Raya

“Konsep utama dari pembuatan sepatu di penjara adalah para napi tidak hanya terampil membuat sepatu, tetapi diajari bagaimana managemen penjualan. Dengan demikian, mereka tidak dipersiapkan menjadi buruh, namun agar jadi wirausahawan,” imbuhnya.

Dalam industri kecil di dalam Lapas ini, warga binaan yang memiliki pengetahuan berperan sebagai instruktur dan membina warga binaan lain yang belum memiliki kemampuan.

(Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of