Program Sejuta Rumah Tersendat Dinamika Tahun Politik

0
Ilustrasi. Foto: Cermati

Oleh: Andryanto S |

Dinamika tahun politik yang tercermin dari kecenderungan pengembang untuk menahan proyek serta belum dirilisnya harga rumah baru ikut menghambat program sejuta rumah.

Semaranginside.com, Jakarta — Tahun politik ketika pergelaran pemilihan presiden (pilpres) dan legislatif digelar ternyata ikut mempengaruhi program sejuta rumah. Para pengembang diketahui ikut menahan stok rumah dan belum merilis harga rumah baru. Kondisi itu dituding memicu hambatan bagi program sejuta rumah.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Khalawi Abdul Hamid, mengungkapkan saat ini para pengembang perumahan masih menahan diri untuk membangun rumah pada proyek-proyek mereka.

Alasannya, lanjut dia, kepastian harga rumah baru untuk tahun 2019 ini memang belum secara resmi dirilis. Ditambah lagi dengan adanya dinamika di tahun politik, para pengembang lebih memilih menunggu demi melihat hasil dari Pilpres mendatang.

Baca Juga:  KPU Jateng Ingatkan Pemilih Pindah TPS Urus A5

“Tantangan berat di tahun 2019 ini pertama adalah karena ini adalah tahun politik, dimana para pengembang yang ingin kencang dalam membangun masih harus menahan stok karena (belum ada kepastian) harga rumah baru,” kata Khalawi di Jakarta, kemarin.

Oleh karenanya, Khalawi mengaku jika dia juga sudah menanyakan hal tersebut kepada Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Eko D. Heripoerwanto.

“Maka saya sempat tanya ke Pak Eko, ‘Ini harga rumah baru kapan turun (dirilis)?’. Karena para pengembang masih menahan stok,” ujarnya.

Akibat para pengembang yang menahan diri dalam membangun rumah tersebut, Khalawi mengaku jika hal tersebut berdampak terhadap program satu juta rumah di tahun 2019 ini.

Baca Juga:  Dubes Rusia: Kami Tidak Mencampuri Urusan Pemilu Negara Manapun

Khalawi berharap pertimbangan harga rumah baru yang saat ini tengah dibahas di Kementerian Keuangan, bisa segera diputuskan agar para pengembang memiliki kepastian dan bisa melanjutkan proyek pembangunannya.

“Karena para pengembang itu kan menunggu harga rumah baru biar ada kepastian. Kalau tanpa kepastian, maka mereka juga akan menahan terus dan enggak bakal ngebangun-bangun (rumah),” kata Khalawi.

“Ini saja sudah sampai bulan (Maret) ini, masih sekitar 120 ribuan (rumah yang dibangun). Makanya saya minta ke Pak Eko, agar harga rumah baru itu segera dipercepat (rilisnya). Kalau perlu dijemput saja biar cepat,” ujarnya.(*/Dry)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of