PUBG Haram, Inilah Dampaknya ke Indonesia

0
Fatwa haram PUBG oleh MUI. Foto: PiqiAmd

Oleh: Asmoro

Semaranginside.com, Jakarta – Rencana pengharaman gim PUBG (public unknown’s battleground) menimbulkan dampak yang luas bagi industri gim dan gamer (pemain game) di tanah air.
Seperti apa itu? Berikut ini ulasannya:

  • Ragu memasarkan di Indonesia

Menurut data statista.com pada tahun ini pasar gim di Indonesia mampu memperoleh pendapatan sebesar 624 juta dolar AS.

Data ini menunjukkan, bahwa Indonesia merupakan “lahan basah” yang menjadi incaran mengembang gim dari luar negeri. Angka ini masih akan terus bertambah pada tahun-tahun selanjutnya.

Namun, melihat rencana MUI (Majelis Ulama Indonesia) mengeluarkan fatwa haram gim tersebut, rasanya PUBG Corporation akan memaksakan diri mengubah konten yang sudah ada agar terus berada di segmen bisnis pasar Indonesia.

Besar kemungkinan mereka lebih memilih negara lain untuk dijadikan target pemasaran. Hal ini juga akan berefek sama pada pengembang dan penerbit lain yang ingin memasarkan produk dan konsep seperti PUBG ini. Apalagi gim BATTLE ROYALE sedang marak-maraknya bagi pecinta gim secara global.

  • Tim Esport Indonesia Bakal Hijrah

Ini akan menjadi sarana yang kompetitif bagi esport (electronic sport) tanah air. Pasalnya komunitas game ini lumayan cukup besar. Menurut data yang diungkap pocketgamer, gim bergenre Battle Royale saja –seperti Free Fire, Fortnite, dan PUBG mobile– di Indonesia saja menyentuh 90 juta pemain. Bisa saja di antara angka tersebut terdapat talenta-talenta gamer profesional di Indonesia yang dapat membawa nama harum di kompetisi turnamen gim internasional.

Di ranah PUBG ada tim Bigetron pernah menjadi perwakilan Indonesia pada ajang PUBG Mobile Star Challenge 2018 yang digelar di Dubai, Uni Emirat Arab. Bigetron esports bermain cukup bagus meskipun memang belum berhasil meraih juara pertama. Performa mereka bahkan bisa sejajar dengan tim-tim profesional lainnya di seluruh dunia.

Baca Juga:  Taman Buah Mekar Sari, Pusat Pelestarian Buah-Buahan Terbesar Di Dunia

Selama 12 ronde Bigetron Esports berhasil mengamankan posisi setidaknya 10 besar dan prestasi terbaiknya berada di posisi ke-3 pada ronde ke-10 di map enrangel.

Total akumulasi poin mereka selama 12 ronde berjumlah 2.745 yang akhirnya mengantarkan mereka pada posisi ke-9 serta mengantungi hadiah sebesar USD 3.000.

Dengan demikian yang menjadi korban dengan adanya fatwa haram PUBG dari MUI ini adalah para gamer profesional ini. Dengan regulasi seperti ini, para gamer profesional bisa jadi dibajak negara lain untuk fokus bermain gim atas nama negaranya, padahal pemainnya orang Indonesia. Mungkin hastag yang pas untuk momen ini adalah #RIPesportIndonesia.

  • Gim Sejenis Bisa Kena Fatwa Haram

Salah satu alasan penyebab MUI mengharamkan PUBG adalah adanya konten kekerasan di dalamnya, termasuk penggunaan senjata api dan peledak. Sekretaris MUI Jabar, Rafani Achyar, menjelaskan wacana mengeluarkan fatwa haram itu memang bermula dari aksi teror di Selandia Baru. Menurutnya, pelaku teror melakukan aksinya karena dilhami gim PUBG.

“Ternyata pelaku (teroris di Selandia Baru) ini terinspirasi oleh gim PUBG. Nah jadi ini fenomena menarik kalau betul (PUBG) melahirkan tindakan (keji). Menarik dikaji untuk gim ini,” ucapnya.

Tidak adil rasanya jika PUBG yang diharamkan, lalu bagaiamana dengan nasib gim lain yang berisikian konten sejenis? Sebut saja Free Fire, Fortnite, Rules Of Survival, dan Apex Legends.

Gim-gim tersebut juga banyak mengandung gameplay atau konten yang memuat unsur kekerasan. Gamer juga paham dengan brutalnya gim Mortal Kombat, GTA, ataupun Watch Dog. Namun, pihak mengembang dan penerbit juga sudah serius memberikan peringatan melalui label dan rating di setiap gim atau produk mereka.

Baca Juga:  Makna Baju Kimono Yang Dipakai Luna dan Syahrini

Semua kembali kepada pribadi pemainnya dan pengawasan orang tua masing-masing.

  • Hilangnya Entitas Gim Sebagai Hiburan

Pada dasarnya salah satu fungsi gim adalah hiburan atau alternatif untuk melepaskan penat dari rutinitas. Namun diharamkannya gim PUBG membuat degradasi nilai esensi dari gim itu sendiri, yakni sifat hiburan di dalamnya karena dianggap dan disepakati doktrin buruk bagi siapa yang memainkannya.

Adanya keputusan Fatwa MUI terhadap gim ini membuat citranya semakin buruk, terutama pada gim yang bersifat kompetitif. Padahal ada manfaat juga bagi siapa yang memainkannya. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Psychology Today menyebutkan bahwa bermain gim bisa meningkatkan kemampuan individu, menambah kepercayaan diri, dan mendukung kemampuan bersosialisasi di kehiupan sehari-hari

  • Ujian dan Tantangan Kreator Gim Lokal

Battle Royal menjadi genre game yang sedang digandrungi. Apabila MUI telah mengesahkan fatwa haram PUBG ini, maka bukan tidak mungkin jumlah pemain Battle Royal seperti PUBG akan berkurang secara drastis. Ini mengingat muslim adalah mayoritas di Indonesia.

Dampaknya lainnya juga perkembangan gim lokal akan menemui jalan buntu karena strategi bisnis adalah mengikuti hal yang sedang tren. Para pegembang dalam negeri juga harus berjuang lebih keras agar ekosistem gim yang mereka buat akan tetap hidup.

Mereka hanya akan memasukkan konten dan gameplay yang dianggap aman agar produk mereka juga bisa dimainkan masyarakat luas. Dengan kata lain produk gim yang kita terima akan monoton dan kurang variasi. Perkembangan gim dalam negeri akan stagnan.

Bisa jadi pasar luar negeri akan menjadi target prioritas utama jualan produk dari pengembang lokal. Hal ini karena melihat peluang yang lebih besar dan lebih kreatif. (EPJ)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of