Putar Video Keberhasilan Jokowi, Ali Mochtar Ngabalin Diusir Mahasiswa

0
Dialog publik dengan tema 'Wawasan Kebangsaan‎ Menuju Kedaulatan Maritim Dan Daya Saing Bangsa Dalam Era Revolusi Industri 4.0' di Unversitas Islam Negeri Sumatera Utara.

Oleh : Farida Noris   |

Semaranginside.com, Medan – Tenaga Ahli Kantor Staff Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin diusir mahasiswa Unversitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU). Paparan Ngabalin pada dialog publik dengan tema ‘Wawasan Kebangsaan‎ Menuju Kedaulatan Maritim Dan Daya Saing Bangsa Dalam Era Revolusi Industri 4.0’ menjadi penyebabnya.

Diskusi yang digelar di Kampus 1 UINSU, Kamis (21/3) itu pada awalnya berjalan lancar. Mahasiswa yang hadir juga menyimak, lantaran materi yang disampaikan narasumber juga menarik. Ada empat narasumber, selain Ngabalin, hadir Sekretaris Jendral Kominfo, Rosarita Niken Widiastuti, Rektor UINSU Prof KH Saidurrahman dan Direktur Informasi, Komunikasi dan Maritim Sep‎triana Tangkary.

Paparan Ngabalin semula datar, namun tiba-tiba saat memaparkan keberhasilan Presiden Jokowi suasana berubah. Mahasiswa yang menilai paparan ini bermuatan politis langsung meminta yang bersangkutan turun.

“Kami dari berbagai jurusan dan fakultas melakukan aksi penolakan beliau. Jadi kita tadi melaksanakan aksi pada saat Ngabalin sedang berorasi yang menyampaikan materinya,” kata Bobby Harahap, Koordinator Aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UIN Sumatera Utara.

Baca Juga:  Partai Berkarya, Parpol Baru yang Diprediksi Lolos Parlemen

Penurunan Ngabalin sebagai pembicara juga dipicu vdeo-video yang menampilkan keberhasilan Jokowi. Saat melihat tayangan video itu, sejumlah mahasiswa berdiri memprotes paparan yang disampaikan Ngabalin.

“Kehadiran Ngabalin ini ada indikasi bermuatan politik yang dikemas dalam kegiatan dialog wawasan kebangsaan yaitu industri 4.0. Di acara wawasan kebangsaan yang diputar foto Jokowi sehingga suasana di dalam itu jadi ricuh,” terangnya.

Dia menyebutkan Ali Mochtar Ngabalin adalah bagian dari Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan nomor urut 01 Calon Presiden- Calon Wakil Presiden, Jokowi – Ma’ruf Amin. Ngabalin, menurut mahasiswa menjadikan UINSU sebagai lahan berkampanye. Padahal kampus bukanlah tempat kampanye. Kampus tidak boleh dijadikan sebagai lahan berkampanye ataupun politik praktis.

Usai diusir ratusan mahasiswa, Ngabalin sempat ingin mengklarifikasi kehadirannya. Namun mahasiswa yang melaksanakan aksi tidak memperbolehkan Ngabalin untuk berbicara. Mendapat penolakan dari mahasiswa, kemudian, Ngabalin langsung pergi meninggalkan UINSU.

Baca Juga:  Bangun LRT Semarang, Investasi Rp 200 M per Kilometer

“Beliau memang keluar ingin mengklarifikasi. Tapi kami tidak izinkan beliau berbicara. Setelah itu dia langsung masuk kembali ke dalam ruangan lalu pergi meninggalkan UINSU. Bisa dikatakan aliansi mahasiswa UINSU mengusir Ngabalin,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor 3 UINSU, Prof Amroeni membantah bahwa dialog umum itu bermuatan politis. Dialog tersebut murni memberikan wawasan kebangsaan bagi mahasiswa UINSU.

‎”Pada hari ini kita mengadakan kegiatan dari Kominfo terkait masalah menghadapi revolusi industri. Kemudian ada menganggap politisasi kampus, ini perlu diluruskan. Dalam kegiatan ini, pada hakitatnya, tidak ada istilahnya politisasi,” ungkap Amroeni.

Amroeni menganggap wajar jika ada mahasiswa yang menafsirkan dialog publik tersebut merupakan politisasi kampus. Sebab narasumber yang dihadirkan ada dari unsur pemerintah juga.

“Tapi, acara ini hakikat untuk kebangsaan dan bagaimana juga mahasiswa menghadapi‎ revolusi 4.0. Kalau sangsi, hanya peringatan saja atau diberikan pemahamanya. Jadinya, jelas pemahamannya. Ini idealisme dari mahasiswa lebih mendorong,” sebutnya. (AGS/ INI Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of