Rambut Nabi, Mukjizat atau Jimat?

0
Opick (tengah). Foto: Okezone

Oleh: Herry M. Joesoef

Sejak kepulangannya dari Turki (7/5), musisi Aunur Rofiq Lil Firdaus alias Opick, membawa kehebohan di tanah air. Pro dan kontra bermunculan. Pasalnya, Opick mengaku membawa sehelai rambut Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

Semaranginside.com, Jakarta — Begitu mendarat di tanah air, Opick menggelar jumpa pers. “Ya itu, aneh. Bisa ya, kenapa saya, ya? Banyak teman-teman, ustadz, habib, kiai juga minta, tapi Opick langsung dikasih,” ujar Opick di Terminal 3 Bandara Sukarno-Hatta, Tangerang, Selasa (7/5/). “Mungkin saking banyak dosanya dikasih ini [rambut] supaya sadar,” tambahnya.

Opick merasa memperoleh kepercayaan dari pemerintah Turki dan Dewan Ulama Thariqah Internasional untuk menyimpan sehelai rambut Nabi Muhammad.

Rambut Rasulullah itu disimpan di Rumah Umat Tombo Ati, Pulo Gebang, Jakarta Timur, dijaga serta dibacakan Al-Qur’an selama 24 jam. “Yang terpenting enggak ada maksud lain, enggak ada maksud sombong, enggak ada maksud seperti apa. Ini hanya untuk menunjukkan nanti jika kalian mau ziarah ke Rumah Umat Tombo Ati,” katanya.

***

Selama ini, banyak orang yang merasa pernah bertemu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam melalui mimpi. Ini adalah pengalaman spiritual seseorang. Dan bermimpi melihat atau bersama Nabi, menurut para ulama, adalah sesuatu yang bisa saja terjadi. Ini karena setan, jin, dan iblis tidak bisa menyerupai wajah Rasulullah.

Tetapi, para ulama juga mengingatkan, untuk bisa mengatakan bahwa si Fulan itu bermimpi bertemu Nabi harus tahu dulu tentang sosok Nabi dari hadits-hadits yang shahih. Imam At-Tirmidzi misalnya, telah menulis secara khusus tentang sosok Figur Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Kitab yang ditulis oleh Imam At-Tirmidzi ini bisa dipakai panduan untuk mengenal lebih dekat tentang sosok Sang Nabi.

Baca Juga:  Terkait Impor Beras, Jokowi Punya Celah untuk Dikritik

Para ulama juga mewanti-wanti, jika bermimpi bertemu Nabi, janganlah berceritera kepada orang lain. Biarlah mimpi itu menjadi rahasia kita sendiri.

Mengapa? Jika kita bermimpi bertemu Nabi lalu diceritakan kepada orang lain, dikhawatirkan akan memunculkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Bukan tidak mungkin malah menimbulkan pengkultusan terhadap orang yang bermimpi tersebut yang berpotensi terseret ke syirik.

Begitu pula umat Islam dilarang melukis wajah Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa Sallam. Di jaman Nabi, juga ada pelukis dan pematung, tapi wajah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tidak pernah dilukis atau dibuatkan patung. Adapun larangan melukis wajah suci beliau sangat berkait dengan kewajiban menjaga kemurnian aqidah kaum muslimin.

Islam itu anti-berhala. Sedangkan melukis wajah suci beliau berpotensi membuka pintu berhalaisme baru. Dan itu adalah larangan dalam Islam. Dalam satu riwayat, dinarasikan oleh ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Sewaktu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sakit, sebagian isteri beliau menyebut-nyebut sebuah gereja yang mereka lihat di negeri Habasyah yang disebut dengan Maria. Ummu Salamah dan Ummu Habibah radhiyallahu‘anhuma pernah mendatangi negeri Habasyah, mereka menyebutkan tentang kebagusannya dan lukisan-lukisan yang ada di dalamnya. Maka beliau pun mengangkat kepalanya, lalu bersabda:

Itulah orang-orang yang bila ada orang shalih di antara mereka yang meninggal, mereka membangun masjid di atas kuburannya kemudian membuat lukisan-lukisannya. Itulah sejelek-jelek makhluk di sisi Allah.” (HR. Imam Bukhari dan Imam Ahmad)

Dalam riwayat lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengatakan,“Janganlah kalian menyanjungku berlebihan sebagaimana orang-orang Nashrani menyanjung Putera Maryam, karena aku hanya hamba-Nya dan Rasul utusan-Nya.” (HR. Imam Bukhari dan Imam Ahmad)

Baca Juga:  OJK Sebut Fintech Lending Rentenir Online Zaman Sekarang

***

Adalah Wakil Ketua MUI, Prof. Dr. Yunahar Ilyas, yang mempertanyakan asal-usul dan manfaat rambut yang diklaim oleh Opick tersebut. “Kalaupun iya itu rambut Nabi, lalu untuk apa? Kalau baju, sandal, serban, dan sejenisnya bisa dilihat aspek budayanya. Rambut ini untuk apa?” tanya Yunahar kepada wartawan, Kamis (9/5).

Dalam satu riwayat dikisahkan, Anas bin Malik Rhadiyallahu ‘anhu, seorang asisten Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sejak usia belum baligh, pernah menyimpan rambut beliau. Di akhir hayatnya, ia berwasiat, agar rambut tersebut dikubur bersama jasadnya. Sepanjang sejarah usianya yang mencapai 100 tahun lebih, Anas tidak pernah berceritera jika ia menyimpan rambut beliau. Anas baru berceritera pada keluarganya ketika menjelang ajal menjemput. Hal itu dilakukan Anas agar tidak terjadi kesyirikan dalam mensikapi rambut tersebut.

Peryantaan Prof. Yunahar, “Rambut ini untuk apa”? perlu mendapat penjelasan secara jelas, karena warisan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tidak lain kecuali Al-Quran dan Sunnah Nabi. Itulah sejatinya warisan yang sesungguhnya.

Apakah rambut tersebut merupakan mukjizat? Definisi secara syar’i, mukjizat itu adalah kejadian luar biasa yang Allah berikan kepada para Nabi-Nya. Untuk apa? Sebagai bukti status kenabian mereka. Dan itu hanya berlaku pada saat kejadian. Tidak bisa ber-ulang. Jika rambut Nabi adalah mukjizat, tentu ini pendapat yang sudah keluar dari syariat.

Bukan pula sebagai jimat atau azimat yang diyakini memiliki kesaktian untuk dapat melindungi pemiliknya, menangkal penyakit dan tolak bala. Jika itu yang diyakini, maka si pelakuknya telah keluar dari syariat yang benar. Wallahu A’lam. (HMJ/Ags/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of