Real Count di Bengkulu, Paslon 02 Menang dan Bukti Kesalahan Quick Count

1
Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kanan) .Foto: Antara

Oleh: H. Mohammad

Semaranginside.com, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah merilis hasil penghitungan riil (Real count) Pilpres di Bengkulu. Hasilnya mengejutkan. Jika sebelumnya hasil quick count lembaga survei menyebutkan paslon 02 Prabowo-Sandi kalah telak, kenyataan malah unggul setelah dihitung secara riil.

KPU menyebutkan penghitungan di 100% TPS telah selesai pada Sabtu (27/4) malam. Hasilnya, Prabowo-Sandi berhasil memperoleh 50,13 persen, dengan total perolehan suara sebesar 585.521 suara. Sementara, Jokowi-Ma’ruf mendapatkan 49,87 persen atau 582.564 suara.

Hasil tersebut ternyata tidak sama dengan quick count (QC) sejumlah lembaga survei. Menurut lembaga-lembaga survei yang merilis hasilnya pada 17 April sore hari di beberapa stasiun televisi, Capres 01 menang dengan 58,78%, Capres 02 hanya mendapat 41,22%. Faktanya, 02 yang menang. Mestinya, jika selisihnya 17,56%, agak sulit jika terjadi sebaliknya.

Baca Juga:  'Mimpi Anak Papua', Potret Keindahan dan Problematika Bumi Cendrawasih

Banyak yang mempertanyakan hasik QC lembaga survei yang katanya manjur tersebut ternyata meleset. Politikus PKS Hidayat Nur Wahid salah seorang yang ikut mempertanyakannya itu.

Lewat akun twitter @hnurwahid, Hidyat mencuit: Kemenangan Prabowo-Sandi versi Real Count KPU di Bengkulu. Capres 02 : 50,12%, dan capres 01 : 49.88%).Itu Berbeda Prinsip&Angka Yg Jauh dengan Perolehan Quick Count olh Lembaga2Survei : Capres 01 menang dg 58,78%, capres 02 hanya diberi : 41,22%. Jadi?

Prabowo-Sandi Unggul di 23 Provinsi

Jika hasil QC oleh 6 lembaga survei memberi angka kemenangan pada Paslon 01 Jokowo-Ma’ruf, lain hanya dengan Lembaga Afiliasi Penelitian dan Teknologi (Lapitek) Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Bandung. UKRI merilis prediksi hasil Pilpres 2019, berdasarkan survei form C1. Hasilnya pasangan Prabowo-Sandi unggul 62,2%, sedangkan Jokowi-Ma’ruf 35,9%.

Survei tersebut berdasarkan form C1 dari 8.000 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 34 provinsi. Metodenya menggunakan multi stage random sampling dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Baca Juga:  Kampanye Akbar di GBK, Satukan Keberagaman

“(C1 plano) yang paling banyak masuk ke kami dari wilayah barat,” kata perwakilan Lapitek UKRI Rochmanijar Setiadi, di Kampus UKRI, Bandung, Kamis (25/4) lalu. Jika ditotal, prosentase kedua paslon tidak 100 persen, melainkan 98,10 persen. Sisanya suara tidak sah.

Dari survei yang dilakukan oleh Lapitek UKRI, Jokowi-Ma’ruf unggul di 11 provinsi seperti Bali, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur dan Sulawesi Utara. Sementara Prabowo-Sandi unggul 23 provinsi.

Apa yang dilakukan oleh Lapitek UKRI tersebut jauh lebih akurat dibanding dengan QC yang dilakukan oleh lembaga survei yang mengambil respondennya di 2000 sampai dengan 5000 TPS. (HMJ/Ags/INI-Network)

1
Berikan Komentar

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
Drajad Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Drajad
Guest
Drajad

Ya masih dalam toleransi.