Reservoir Bersejarah Penyebab Pecahnya Pertempuran Lima Hari di Semarang

0

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Semarang – Isu diracunnya tandon air atau reservoir di daerah Siranda membuat Dokter Kariadi langsung ingin memastikan kabar tersebut demi keselamatan masyarakat Semarang. Namun nahasnya, Dokter Kariadi diadang pasukan Jepang dan tertembak.

Kemudian Kariadi dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong. Mendengar kabar gugurnya Kariadi oleh Jepang, membuat pemuda Semarang marah dan kerusuhan panjang selama lima hari yang kini disebut “Pertempuran Lima Hari di Semarang” pecah dan menyisakan banyak kenangan pahit.

Reservoir Siranda bisa dibilang menjadi salah satu titik bersejarah di Kota Semarang. Meski termakan usia, saat ini Reservoir Siranda masih berfungsi sebagai tempat penampungan air sebelum didistribusikan ke pelanggan PDAM.

Baca Juga:  Film 'Dilan 1991' Pemecah Rekor Box Office Film Indonesia

Diperkirakan tandon air tersebut dibangun pada 1912 oleh Belanda. Reservoir ini bisa menampung air sebanyak 3.750 meter kubik.

“Sumber airnya berasal dari daerah Gunungpati. Reservoir Siranda mengalirkan air ke daerah Semarang kota, seperti daerah Simpang Lima, Jalan Pemuda dan Kota Lama serta Kawasan Pelabuhan Lama di Mberok,” kata Humas PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Joko Purwanto, Sabtu (24/8).

Tandon air tersebut memilikiuas lahan 2.500 meter persegi. Ada dua bangunan tandon, salah satunya berbentuk kubah dan berlapis rumput. Kawasan tersebut kini tertutup karena pintu utama menuju Reservoir selalu digembok oleh pengelola.

Baca Juga:  Massa Berderai Air Mata di Ahad Putih Bersama Prabowo-Sandi

Selain reservoir Siranda, pada 1912 juga dibangun reservoir Kepoh dan Reservoir Jomblang. Reservoir Kepoh untuk mengalirkan air ke daerah Semarang bagian atas, seperti Candi Baru, Sisingamangaraja serta Gajahmungkur. Sementara Reservoir Jomblang untuk mengalirkan air ke daerah Pecinan, Semarang Timur.  (Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of