Ribuan Warga Bertahan di Pengungsian

0

Oleh: Agus Susilo

Banjir masih menggenangi permukiman warga di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah. Saat ini mereka bertahan di posko-posko pengungsian.

Semaranginside, Semarang – Meski sudah mulai surut, banjir masih menggenangi delapan desa/kelurahan di empat kabupaten/kota di Jawa Tengah pada Kamis (31/1) sore. Lebih dari 3.189 jiwa masih tinggal di posko-posko pengungsian.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah Sudaryanto mengatakan banjir di Kabupaten Batang, Kendal dan Jepara sudah surut dan warga telah kembali ke rumah masing-masing. Namun banjir masih menggenangi permukiman warga di satu desa di Kabupaten Pekalongan dengan jumlah pengungsi 2.019 jiwa, satu desa di Kota Pekalongan dengan jumlah pengungsi 907 jiwa, dua desa di Kabupaten Pati dengan 263 jiwa pengungsi.

Baca Juga:  Hasil Festival Sastra Diumumkan, Pemprov Jateng Bakal Gelar Tahunan

Sementara di Kabupaten Kudus ada empat desa yang masih tergenangi banjir dan jumlah pengungsi ada 84 kepala keluarga.

“Masih ada delapan desa yang tergenangi banjir. Jumlah jiwa yang mengungsi masih lebih dari 3.189,” kata Sudaryanto, Kamis (31/1).

Mengenai pengungsian, lanjutnya, ada di posko yang dididrikan pemerintah namun ada juga yang didirikan swadaya oleh masyarakat sekitar maupun di tempat ibadah. Salah satunya di Masjid Al Karomah Kelurahan Tirto Kecamatan Pekalongan Barat yang menampung 390 jiwa pengungsi.

Baca Juga:  Jateng Jadi Provinsi Pertama yang Bakal Terbitkan Obligasi Daerah

Khusus di Kabupaten Pekalongan, Sudaryanto menjelaskan banjir di sebabkan karena curah hujan yang tinggi dan rob dari air laut. “Tidak hujan saja wilayah ini sering kena banjir rob,” katanya.

Pihaknya meminta pengungsi tetap tenang dan tidak perlu terburu-buru untuk kembali ke rumah masing-masing. Mereka boleh kembali setelah air surut dan tidak sedang terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Perihal logistik, BPBD Jawa Tengah bekerjasama dengan BPBD kabupaten/kota setempat telah mendistribusikannya. Seperti beras, mi instan, air mineral, susu kaleng, dan perlengkapan bayi seperti popok.

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of