Ribuan Warga Saksikan ”Pertempuran Lima Hari” di Tugu Muda Semarang

0
Peringatan pertempuran lima hari Semarang digelar di Tugu Muda Kota Semarang, Senin (14/10) malam. Foto: Ade Lukmono/ Semaranginside.com.

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Semarang – Ribuan warga memadati lokasi pelaksanaan upacara peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang pada Senin (14/10) malam. Di antara masyarakat yang menyaksikan, barisan depan didominasi oleh anak-anak sekolah yang ingin menyaksikan dari dekat prosesi upacara.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi bertindak sebagai inspektur upacara menyampaikan pesan kepada generasi penerus, khususnya anak muda untuk melanjutkan perjuangan para pejuang. Terlebih lagi, para pejuang yang terlibat dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang adalah pemuda Semarang.

Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang mengatakan kemerdekaan bukan akhir perjuangan, melainkan titik awal perjuangan. Saat itu, di Kota Semarang, tentara Jepang masih berkeinginan menguasai ibu pertiwi.

Baca Juga:  Inalillahi.... BJ Habibie Wafat

“Pertempuran Lima Hari di Semarang merupakan bentuk semangat juang pengorbanan untuk mempertahankan kemerdekaan yang telah diraih,” kata Hendi, Senin (14/10) malam.

Pelaksanaan peringatan pertempuran lima hari di Semarang, Senin (14/10). Foto: Ade Lukmono/Semaranginside.com

Hendi mengatakan, lebih dari 2.000 pejuang gugur membela tanah air. Sebelum upacara peringatan, pihaknya telah berziarah ke Gubernur Jawa Tengah pertama setelah kemerdekaan, yaitu Gubernur Wongsonegoro.

Dia kembali berpesan kepada generasi penerus agar saat ini berjuang sesuai dengan bidang yang digeluti. Hal itu dilakukan agar membawa bangsa lebih maju dan memberi peran positif pada dunia.

“Perjuangan saat ini bisa diisi dengan mencari solusi atas masalah yang dihadapi masyarakat saat ini, seperti kemiskinan, banjir, rob dan mensejahterakan bangsa Indonesia,” katanya.

Baca Juga:  Seniman Gelorakan Penolakan Sampah Plastik

Setelah upacara selesai, kemudian ditampilkan teaterikal Pertempuran Lima Hari di Semarang. Anak-anak yang ingin menonton merangsek mendekati lokasi pertunjukan.

Pelaksanaan peringatan pertempuran lima hari di Semarang, Senin (14/10). Foto: Ade Lukmono/Semaranginside.com

Dalam pertunjukan tersebut dikisahkan masyarakat Semarang yang bergembira setelah merayakan kemerdekaan kemudian bersitegang dengan tentara Jepang. Kerusuhan diperparah oleh kabar gugurnya dokter Kariadi oleh tentara Jepang yang kemudian menyulut amarah pemuda Semarang.

Ketegangan berlangsung selama lima hari dan akhirnya banyak nyawa yang melayang di lokasi pertemuan (sekarang Tugu Muda). Setelah pertunjukan teaterikal selesai, tepuk tangan dari penonton terdengar riuh kemudian diikuti dengan pesta kembang api sebagai penutup peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang.

(Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of