Riwayat Rencana Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning

0
Jalan menuju Resosialisasi Argorejo.

Oleh : Nugroho

Semaranginside.com, Semarang – Pemerintah Kota Semarang menegaskan bakal menutup Kawasan Resosialisasi Argorejo atau lebih dikenal sebagai lokalisasi Sunan Kuning. Kepala Satpol PP Fajar Purwoto menegaskan, penutupan itu akan dilangsungkan Agustus nanti.

Berdasar penelusuran, ternyata rencana penutupan itu sudah pernah diungkapkan sejak lama. Pada 1984, pernah terbit SK Wali Kota No 462.3\/529\/1984 tentang penutupan dan pemindahan lokalisasi WTS Argorejo, Gambilangu, Sawah Besar. Namun, keputusan itu tak pernah terlaksana.

Kemudian pada 2005, kembali muncul rencana serupa. Saat itu yang mengungkapkannya adalah Pjs Wali Kota Saman Kadarisman. Meski begitu, rencana tersebut kembali gagal. Salah satu sebabnya yakni penolakan dari beberapa LSM yang menilai rencana penutupan tanpa solusi pada para pekerja di sana justru bakal menimbulkan dampak yang buruk.

Baca Juga:  Pajak Pariwisata Berlipat

Kemudian Wali Kota sekarang Hendrar Prihadi kembali menegaskan rencana itu. Tahun lalu, dia telah mengumumkan bila pada 2019 lokalisasi Sunan Kuning harus tutup. Rencana itu sempat mendapat respons beragam.

Kini, Pemkot melalui Satpol PP menegaskan akan melakukannya.

Menurut sumber yang diperoleh, keberadaan lokalisasi yang berada di Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat itu diakui lewat SK Wali Kota Semarang No 21\/5\/17\/66 tertanggal 15 Agustus 1966. SK tersebut kemudian diperbarui dengan keputusan tentang penutupan dan pemindahan pada 1984. Karena proses penutupan tak pernah dilakukan, tempat itu kemudian berkembang menjadi kawasan hiburan malam.

Baca Juga:  Proyek Stadion Jatidiri Masuki Tahun Keempat

Saat ini disebut ada sekitar 500 pekerja perempuan di sana. Menurut rencana, mereka semua akan mendapat tunjangan Rp 5 juta. Para pekerja tersebut kemudian diminta kembali ke rumah masing-masing.

Fajar mengungkapkan proses penutupan lokalisasi itu akan dilakukan bertahap. Minggu depan, pihaknya berencana melakukan sosialisasi. Dia menegaskan, kebijakan ini merupakan bagian dari target pemerintah pusat yang akan menutup seluruh lokalisasi di Indonesia pada 2019.(nug)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of