Saat Orang Fasik Menyampaikan Berita

0
Ilustrasi hoaks. Foto: Istimewa

Oleh: Herry M Joesoef

Semaranginside.com, Jakarta — Sebuah berita menggelegar. Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni (PA) 212 Bernard Abdul Jabbar, bersama 12 orang lainnya, ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penganiayaan Ninoy Karundeng, yang selama ini dikenal sebagai produsen hoaks untuk kepentingan politik tertentu.

Ia mengaku diculik dan dianiaya di dalam masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat. Kejadiannya, tanggal 30 September, saat ada demonstrasi yang rusuh.

Jack Lapian, relawan Jokowi, mengatakan bahwa rekannya, Ninoy Karundeng, dianiaya di dalam Masjid Al Falah. Pertanyaannya, bernarkah masjid Al-Falah dipakai untuk menyekap dan menganiaya orang? Apalagi melibatkan seorang ustad?

Baca Juga:  Kegagalan Strategi Lawan, Dibalik Pertemuan Prabowo dan Habib Rizieq

Anggota Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) atau pengurus Masjid Al Falah, Iskandar, membantah informasi tersebut. Yang benar, menurut Iskandar, ruang bawah masjid Al-Falah pada saat kejadian, memang dipakai untuk merawat orang-orang yang cidera akibat demontrasi yang ricuh dan rusuh, itu.

Kehadiran Ninoy di masjid ada yang membawa, ia diselamatkan dari penganiayaan atas dirinya. Jadi, masjid bukan tempat untuk menganiaya, tetapi menampung siapa saja yang terluka dan memberikan perawatan, termasuk Ninoy.

Umat Islam hendaknya arif dalam mensikapi persoalan. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengingatkan umat manusia, agar berhati-hati jika mendengar berita dari orang fasik.

Baca Juga:  Sosok KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari Diangkat ke Layar Lebar

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seorang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya (klarifikasi dan verifikasi), agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6).

Siapakah orang fasik? Secara bahasa, fasik itu punya makna keluar dari sesuatu. Orang fasik adalah orang yang telah keluar ketaatannya kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya.

Adapun mereka yang sudah keluar ketaatannya kepada Allah dan Rasul-Nya itu perilakunya lebih banyak menyimpangnya. Di antaranya, memproduksi berita-berita hoaks untuk kepentingan politik tertentu dan kocek pribadinya. Waspadalah! (HMJ/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of