Said Aqil Siradj Sebut Kritik Habib Rizieq Selama Ini Biasa Saja

0
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj. Foto: istimewa

Oleh: Ahmad ZR

Semaranginside.com, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj memberikan penilaian positif atas kritik dan pernyataan Habib Rizieq Syihab (HRS) selama ini.

Menurut dia, selama ini pernyataan dan kritik Habib Rizieq biasa saja dan tidak menimbulkan kegaduhan. Hal itu juga merupakan suatu yang lazim dalam demokrasi.

“Kita sudah dewasa berpolitik kok, berpengalaman, jangka panjang sudah. Kemarin dicoba pilpres, pileg serentak, kita bisa melewati dengan baik. Soal ada dikit-dikit, yah,” kata Kiai Said usai menerima kunjungan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis di kantor PBNU, Jakarta, Selasa (12/11).

Meski begitu, Said Aqil tak ingin berkomentar banyak tentang kabar pencekalan pihak Habib Rizieq Syihab (HRS). Dia menyerahkan hal itu ditangani pihak berwenang.

Baca Juga:  Said Aqil: NU Sahabat PDIP

“Itu urusan polisi dong, bahwa pertimbangan keamanan polisi Habib Rizieq masih harus dicekal, ya itu. Saya tak akan intervensi,” katanya.

Dalam pertemuan dengan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, dia mengaku tak membahas masalah kepulangan Habib Rizieq. “Engak-enggak, karena itu merupakan kebijakan, pertimbangannya sangat dalam,” katanya.

Sebelumnya, Ketua DPP Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Ustaz Slamet Maarif memberikan klarifikasi terkait surat bukti cekal dan masa visa Habib. Dia menyebutkan banyak pemberitaan yang menyatakan Habib dilarang pulang ke Tanah Air karena overstay.

“IB HRS bukan tidak berani pulang, akan tetapi kepulangan beliau terhalang oleh hambatan yang bersifat politis yang bersumber dari pihak Indonesia,” kata Slamet dalam konferensi pers di kantor DPP FPI, Jakarta, Senin (11/11).

Baca Juga:  Said Aqil Sebut Gerakan Radikalisme Sudah Darurat

Slamet menjelaskan, hambatan tersebut disebabkan oleh persepsi yang salah terhadap lB HRS. Pihak yang memberikan hambatan tersebut selalu mempersepsikan IB HRS sebagai musuh yang keberadaannya tidak diinginkan di Indonesia.

“lni dapat kita lihat dari postingan salah satu buzzer penguasa yang menyatakan bahwa IB HRS memang diskenariokan untuk diasingkan,” katanya.

Namun, pihak Imigrasi membantah. Direktur Jenderal Imigrasi Ronny Franky Sompie memastikan Habib Rizieq tidak dicekal atau ditangkal masuk ke dalam negeri. “Penangkalan tak berlaku kepada Warga Negara Indonesia (WNI). Penangkalan hanya berlaku terhadap Warga Negara Asing (WNA) atas permintaan aparat penegakan hukum,” ujarnya.

(Aza/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of